SLEMAN, InfoPublik – Memasuki usia ke-8, Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Lestari Padukuhan Kwarasan, Kalurahan Nogotirto, Gamping, Sleman melangkah ke tahap baru dengan menggagas pengembangan eduwisata berbasis pertanian dan peternakan terpadu.
Gagasan inovatif tersebut mengemuka dalam peringatan hari jadi KWT Mekar Lestari yang berlangsung di Aula Balai RW 09 Padukuhan Kwarasan, Rabu (9/9/2026).
Ketua KWT Mekar Lestari, Riyanti, menyampaikan, selama delapan tahun berdiri, kelompoknya tidak hanya berfokus pada budidaya tanaman pangan dan hortikultura di kebun demplot, tetapi juga merambah potensi peternakan seperti lele, ayam petelur, hingga kambing.
Potensi terpadu ini dinilai sangat prospektif untuk dijadikan ruang belajar terbuka bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Gagasan ini mendapat dukungan penuh dari Dukuh Kwarasan, Nandar Martolo.
Pihaknya mendorong keterlibatan lintas kelompok dengan menggandeng Kelompok Tani dan Ternak Waras Barokah guna memperkuat jejaring eduwisata dari hulu ke hilir.
"KWT Mekar Lestari dapat fokus pada aspek budidaya tanaman dan pengolahan hasil, sedangkan Kelompok Tani dan Ternak Waras Barokah memperkuat sektor peternakan," ujar Nandar.
Sementara itu, Pendamping UMKM BAZNAS Sleman, Joko Yugiyanto, menekankan pentingnya tata kelola dan penyusunan modul kegiatan yang terencana.
Pihaknya mendorong KWT menyusun paket edukasi berjenjang (tangga produk) yang disesuaikan dengan kelompok usia peserta, seperti materi pengenalan tanaman dan memberi pakan ternak untuk tingkat TK, hingga modul pembenihan dan teknik perawatan bagi siswa SD.
Melalui manajemen yang terstruktur dan konsisten, pengembangan eduwisata ini diharapkan tidak sekadar menjadi wahana edukasi ketahanan pangan, melainkan mampu membuka ruang aktivitas ekonomi produktif bagi KWT Mekar Lestari dan warga Kalurahan Nogotirto. (MC Sleman / KIM Godean / Joko Yugiyanto)