Pemkab Bojonegoro Bekali 150 Pemuda Keterampilan Usaha hingga Legalitas NIB
Istimewa
Istimewa
Bojonegoro, InfoPublik – Sebanyak 150 pemuda di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, menyelesaikan Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda Tahun 2026 dengan pembekalan praktik usaha, penguatan jaringan pemasaran, hingga fasilitasi legalitas berupa Nomor Induk Berusaha (NIB).
Program yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro tersebut ditutup dalam kegiatan unjuk karya di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (9/9/2026).
Melalui kerja sama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), produk dan usaha peserta dapat didaftarkan untuk memperoleh NIB.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengatakan pemuda perlu didorong tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja.
“Pekerjaan tidak harus dicari, tapi diciptakan. Maka pelatihan ini sebagai dasar. Setelah ini tinggal dicoba. Anak-anak sudah punya pembelajaran, setelah ini tinggal terjun ke lapangan,” ujar Nurul.
Menurutnya, pemerintah daerah juga terus membuka ruang bagi pemuda untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman, termasuk melalui program magang yang tersedia di Dinas Tenaga Kerja.
“Sesuatu yang sudah ditekuni akan berhasil. Bangkit bisa diwujudkan karena semangat,” katanya.
Kepala Dinpora Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, mengatakan seluruh 150 peserta telah menyelesaikan rangkaian bootcamp yang tidak hanya berisi materi, tetapi juga praktik langsung.
“Dari peserta 150 yang hadir pada siang hari ini, pada hari ini kita telah selesai melaksanakan bootcamp. Harapan kami di Dinpora, kita telah memberikan pelatihan sekaligus cara praktik,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinpora menggandeng sejumlah mitra, antara lain PIB Ringin Tunggal, Zahida, Ademos, P4S Joyo Tani, Opsi Visi Raya, dan Omah Menyok.
Arief menambahkan, peserta juga didorong membangun koneksi dan jaringan baru agar usaha yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap produksi.
Salah satu strategi yang dikenalkan adalah pemanfaatan afiliator untuk membantu pemasaran melalui media sosial dan berbagai lokapasar.
“Harapan kami bukan hanya bisa produksi saja, tapi juga punya koneksi dan jaringan baru,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menekankan pentingnya peran pemuda dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Ia menyebut terdapat lima fokus pembangunan yang perlu diperhatikan, yakni penurunan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penguatan ekonomi dan ketahanan pangan, pengurangan pengangguran, serta peningkatan konektivitas wilayah.
“Semua ini perlu adik-adik semuanya ketahui, pelaku UMKM hampir 100 ribu,” ungkap Cantika.
Menurutnya, penguatan kemandirian pemuda dan upaya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas menjadi bagian penting dalam mendukung target pembangunan daerah.
“Di Kabupaten Bojonegoro banyak persoalan yang harus kita selesaikan bersama. Tentu ini menjadi semangat kita semua untuk bisa mandiri dan UMKM naik kelas, jadi target menurunkan kemiskinan bisa tercapai,” jelasnya.
Cantika juga mendorong peserta agar tidak takut memulai usaha dari skala kecil dan terus mengasah kemampuan akademik maupun nonakademik.
“Semua orang berawal dari nol. Tapi kalau kita pintar itu sebuah berkah, tapi tidak semua dari kita itu pintar. Jika tidak pintar, kita harus meraih untung. Akademik dan nonakademik harus kita asah. Dan mulailah dari hal-hal kecil yang kita kuasai,” pesannya.
Melalui Bootcamp Kemandirian Ekonomi Pemuda 2026, Dinpora Kabupaten Bojonegoro berharap peserta tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki legalitas usaha, jejaring pemasaran, serta kemampuan menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.
[ai/nn]