Pidie, InfoPublik — Pemerintah Kabupaten Pidie, Aceh, menyiapkan Dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp7 miliar untuk mendukung penanganan apabila terjadi bencana. Kesiapan anggaran tersebut disertai dengan penyiapan personel, peralatan, sistem komunikasi, jalur evakuasi, tempat pengungsian, dan logistik.
Bupati Pidie Sarjani Abdullah mengatakan kesiapsiagaan tersebut merupakan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan kekeringan.
“Alhamdulillah kita siap. Semua elemen siap siaga menghadapi bencana. Kita juga mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya banjir. Kita persiapkan melalui anggaran BTT sekira Rp7 miliar. Kita tidak mengharapkan bencana, tapi kita mewaspadai dan berdoa agar jauh dari bencana,” kata Sarjani usai Apel Gelar Kebangsaan Indonesia Damai Tahun 2026 di Halaman Gedung Pidie Convention Center (PCC), Rabu (9/9/2026).
Menurut Sarjani, kesiapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dan bukan berarti pemerintah mengharapkan terjadinya bencana. Personel lintas sektor juga telah dipersiapkan untuk bergerak cepat apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.
Sebelumnya, dalam amanat Apel Gelar Kebangsaan Indonesia Damai Tahun 2026, Sarjani menekankan pentingnya kesiapan daerah menghadapi potensi bencana sekaligus menjaga persatuan dan perdamaian di Kabupaten Pidie.
Ia meminta kesiapan personel, peralatan, sistem komunikasi, jalur evakuasi, dan tempat pengungsian dipastikan sejak dini. Penguatan koordinasi antarinstansi juga dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.
Usai memimpin apel, Sarjani bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie dan satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) terkait memeriksa personel, kendaraan operasional, peralatan penanggulangan bencana, serta kelengkapan logistik.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh sumber daya tersebut dalam kondisi siap digunakan apabila dibutuhkan masyarakat.
“Penyelenggaraan Apel Gelar Kebangsaan ini bukan sekadar agenda rutin atau seremoni belaka, melainkan momentum penting bagi kita seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat di Kabupaten Pidie untuk memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan, serta merawat perdamaian di bumi Pidie yang kita cintai ini,” ujar Sarjani dalam amanatnya.
Sarjani juga menekankan pentingnya kedisiplinan, sinergitas, dan profesionalisme aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Perdamaian dan kondusivitas daerah adalah fondasi utama bagi kita untuk melanjutkan pembangunan di Kabupaten Pidie secara berkelanjutan,” tegasnya.
Rangkaian apel ditutup dengan pembacaan Deklarasi Damai oleh seluruh elemen masyarakat. Deklarasi tersebut memuat empat komitmen, yakni setia dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945, menjaga serta membela simbol dan lambang negara, melestarikan Bhinneka Tunggal Ika demi tegaknya NKRI, serta mengutuk segala bentuk kegiatan yang merendahkan simbol dan lambang negara.