Maluku Utara Resmi Jadi Tuan Rumah MTQ Korpri Nasional IX 2028
Istimewa
Istimewa
Pangkep, InfoPublik - Provinsi Maluku Utara resmi menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) IX Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Nasional yang akan digelar pada 2028.
Kepastian tersebut ditandai dengan penyerahan pataka kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, sebagai simbol estafet penyelenggaraan setelah berakhirnya MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan, pada Minggu (30/8/2026).
Sherly menegaskan kesiapan Maluku Utara mengemban amanah sebagai tuan rumah dan memanfaatkan waktu dua tahun ke depan untuk mematangkan persiapan.
“Maluku Utara siap menjadi tuan rumah. Kita akan menyiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya, karena masih ada waktu sampai 2028 untuk melakukan persiapan,” kata Sherly.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional, Zudan, menekankan pentingnya persiapan sejak dini agar penyelenggaraan berikutnya memberikan dampak lebih luas.
Menurutnya, MTQ Korpri tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai festival dan sarana dakwah yang memberi manfaat kepada masyarakat.
“Jadi berdampak yang luas dari lomba yang kita adakan atau festival, maupun dakwah yang kita lakukan,” ujarnya.
Zudan juga mendorong pengembangan cabang perlombaan dan kegiatan pendukung agar semakin banyak aparatur sipil negara (ASN) dapat berpartisipasi.
Ia menyebut, selama enam kali pelaksanaan MTQ secara luring dan satu kali secara daring, tidak pernah terjadi keberatan atau protes terkait hasil penilaian. Menurutnya, hal tersebut menjadi capaian yang perlu dipertahankan.
Selain memperluas partisipasi, Zudan mendorong karya peserta, khususnya kaligrafi, agar tidak berhenti sebagai bagian dari kompetisi.
Sejumlah karya tersebut, menurutnya, dapat dipamerkan hingga dilelang dan hasilnya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial bagi masyarakat maupun daerah yang membutuhkan.
MTQ Korpri juga dinilai menjadi ruang silaturahmi antar-ASN sekaligus sarana memperkuat nilai keagamaan di lingkungan birokrasi.
“Yang penting bisa menambah keimanan, bisa meningkatkan ketakwaan kita dan nilai Qur’ani lebih masuk lagi ke jajaran birokrasi,” ungkap Zudan.
(Mcpangkep/FAI)
© Copyright 2026, All Rights Reserved