Selatpanjang, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi kemarau. Masyarakat juga diminta berhati-hati menggunakan perangkat elektronik yang dapat memicu korsleting listrik.
Imbauan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, saat meninjau rumah Susi Winarti, guru SMP Negeri 5 Rangsang, yang terbakar di Desa Dwi Tunggal, Kecamatan Rangsang, Kamis (27/8/2026).
Sudandri mengatakan kewaspadaan diperlukan karena kebakaran tidak hanya dapat dipicu oleh api, tetapi juga penggunaan perangkat elektronik yang berpotensi menyebabkan korsleting. "Bukan hanya api, elektronik juga bisa memicu korsleting. Itu juga kita harus hati-hati,” ujarnya.
Menurut Sudandri, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menghadapi kondisi kemarau. Ia juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi kemarau panjang yang disebutnya masih dapat berlangsung hingga 2027.
“Mari kita berwaspada. Berdasarkan pemetaan Badan Geologi dan Meteorologi bahwa El Nino atau kemarau panjang bisa sampai menginjak 2027. Untuk itu kita lebih berhati-hati,” katanya.
Imbauan tersebut disampaikan dalam kunjungan Sudandri yang mewakili Bupati Kepulauan Meranti Asmar untuk melihat kondisi Susi dan keluarganya setelah rumah mereka terbakar pada Sabtu (22/8/2026).
Kebakaran tersebut mengakibatkan keluarga Susi kehilangan sejumlah harta benda. Selain menyampaikan kepedulian pemerintah daerah, Sudandri juga menyerahkan bantuan kepada korban.
Bantuan berasal dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta guru dan tenaga kependidikan se-Kabupaten Kepulauan Meranti. Selain itu, Bupati Kepulauan Meranti juga memberikan bantuan pribadi sebesar Rp3 juta.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Raja Yusran, mengatakan guru dan tenaga kependidikan turut menggalang donasi sebagai bentuk solidaritas kepada Susi. Total donasi yang terkumpul mencapai Rp69,43 juta dan dilengkapi bingkisan untuk keluarga korban.
“Alhamdulillah, dukungan dari kawan-kawan guru Meranti. Kami mengumpulkan donasi sebesar Rp69.430.000. Kemudian kami juga menyiapkan bingkisan sebagai cendera mata kepada Bu Susi,” kata Raja Yusran.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga Susi setelah mengalami musibah kebakaran. “Mudah-mudahan apa yang diberikan oleh kawan-kawan seprofesi dengan Ibu Susi dapat memberikan keringanan atas musibah ini,” ujarnya.
Sudandri juga meminta keluarga korban tetap tabah menghadapi musibah. Menurutnya, dukungan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap keluarga yang sedang menghadapi cobaan.
Kunjungan dan penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, Ketua PGRI, para Koordinator Wilayah, kepala sekolah dan guru, Camat Rangsang beserta jajaran, Kepala Desa Dwi Tunggal, serta sejumlah pihak lainnya.