Wali Kota Fadly Amran dan Wali Kota Hildesheim Bersihkan Batang Arau dan Tanam Pohon
Padang, InfoPublik — Sungai Batang Arau tidak hanya menjadi bagian dari lanskap Kota Padang, tetapi juga menyimpan peluang untuk dikembangkan sebagai ruang publik dan destinasi wisata air. Potensi itu mengemuka dalam aksi bersih sungai dan penanaman pohon yang digelar Pemerintah Kota Padang di kawasan Taman Jembatan Hildesheim, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang menjadi rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tersebut tidak berhenti pada aksi simbolis. Pemerintah Kota Padang bersama masyarakat melakukan pembersihan kawasan dan meninjau langsung kondisi aliran Batang Arau yang dinilai memiliki potensi ekonomi dan pariwisata apabila dikelola secara berkelanjutan.
Momentum itu sekaligus mempertemukan kerja sama lingkungan dengan hubungan internasional Padang-Hildesheim. Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wali Kota Hildesheim, Jerman, Ingo Meyer menanam dua pohon tanjung secara simbolis di kawasan tersebut.
Fadly mengatakan penanaman pohon menjadi simbol persahabatan Padang dan Hildesheim yang telah terjalin sejak 1988. Namun, lebih dari itu, kegiatan tersebut mencerminkan arah pembangunan Padang yang ingin semakin terbuka terhadap kolaborasi global.
"Penanaman pohon ini menjadi tanda bentuk persahabatan Kota Padang dan Kota Hildesheim yang telah berlangsung sejak tahun 1988," ujar Fadly.
Ia menegaskan Padang tidak ingin hanya menjadi kota yang tumbuh secara fisik, tetapi juga membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.
"Kota Padang siap bersahabat dengan siapa pun. Kota Padang siap menjadi Kota Global dan kita pastikan ini betul-betul tampak dalam gerakan kita," katanya.
Potensi Batang Arau untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata air juga mendapat perhatian dari Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI Denny Abdi yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurut Denny, kondisi sungai dan kawasan sekitarnya dapat menjadi modal pengembangan wisata apabila kebersihan dan kelestariannya dijaga secara konsisten. Ia mencontohkan pengelolaan kawasan sungai di Jerman yang mampu mengubah ruang perairan menjadi bagian dari aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat.
"Sungai ini adalah daerah yang bagus dan bisa menguntungkan jika dikembangkan. Seperti di negara Jerman yang telah berhasil memberdayakan daerah seperti ini menjadi objek wisata," ujar Denny.
Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak memandang kebersihan sungai sebagai tanggung jawab pemerintah semata. Kelestarian Batang Arau menjadi faktor penting jika kawasan tersebut ingin dikembangkan sebagai ruang wisata yang menarik dan nyaman.
"Kepada masyarakat supaya bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan supaya semakin banyak orang yang datang dan meramaikan kegiatan seperti acara Selaju Sampan ini," katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran, serta The Resident Representative of the United Nations Development Programme (UNDP) in Indonesia Sarah Ferrer Olivella.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan kondisi Sungai Batang Arau dan ramah tamah bersama masyarakat di Taman Jembatan Hildesheim.
Upaya membersihkan sungai dan menanam pohon pada momentum HJK ke-357 sekaligus mempertegas bahwa wajah Batang Arau ke depan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik. Kebersihan, ruang publik, aktivitas budaya, dan potensi wisata perlu bergerak bersama agar sungai dapat kembali menjadi bagian penting dari kehidupan dan daya tarik Kota Padang.
(Charlie / Mul / Lakti / Zulrifky / Eqi)
© Copyright 2026, All Rights Reserved