Sei Rampah, InfoPublik- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai (Sergai) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui pengelolaan logistik, peralatan, sumber daya manusia, dan koordinasi lintas sektor. Upaya tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Pengelolaan Logistik dan Peralatan Penanggulangan Bencana yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai, Sei Rampah, Rabu (5/8/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sergai Suwanto Nasution menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak dapat hanya mengandalkan respons saat bencana terjadi, tetapi harus dibangun melalui persiapan yang matang sejak dini.
"Kehadiran pemerintah pusat merupakan bentuk perhatian yang sangat berarti bagi keselamatan masyarakat Sergai. Sinergi seperti ini menjadi modal penting untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana," ujar dia.
Menurut dia, kondisi geografis Sergai yang memiliki wilayah pesisir, dataran rendah, kawasan pertanian, perkebunan, hingga perbukitan menjadikan daerah tersebut rentan terhadap banjir, banjir rob, abrasi, angin puting beliung, cuaca ekstrem, kebakaran, dan tanah longsor.
Berdasarkan data BPBD, dampak bencana banjir pada 2025 mencapai 22.744 kepala keluarga atau 89.723 jiwa, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, bencana puting beliung berdampak pada 1.071 kepala keluarga atau 3.781 jiwa.
"Di balik angka-angka tersebut terdapat masyarakat yang kehilangan rasa aman, terganggunya pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga mata pencaharian. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda," kata Suwanto.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Ashari Tambunan menekankan pentingnya mengubah paradigma penanggulangan bencana dari penanganan pascabencana menjadi penguatan langkah-langkah mitigasi dan pencegahan.
"Preventif jauh lebih penting daripada hanya menangani setelah bencana terjadi. Yang harus kita pikirkan bersama adalah bagaimana meminimalisasi kerugian melalui langkah-langkah pencegahan yang tepat," ujar Ashari.
Ia menambahkan, sosialisasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memperkuat koordinasi antarlembaga serta menghasilkan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.
(MC Sergai)