Banda Aceh, InfoPublik - Kelancaran pelaksanaan ibadah haji jemaah asal Aceh tahun 2026 tidak terlepas dari kerja keras dan dedikasi Panitia Penyelenggara Haji Daerah (PPHD) Aceh yang mendampingi para tamu Allah selama berada di Tanah Suci.
Peran para petugas yang bekerja di balik layar tersebut menjadi perhatian dalam pertemuan kerja bersama Pemerintah Aceh di Meuligoe Wakil Gubernur Aceh, Selasa (21/7/2026). Dalam pertemuan itu, keberhasilan pelayanan haji tahun ini dinilai sebagai hasil dari kolaborasi, koordinasi, dan komitmen seluruh tim dalam memastikan jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota PPHD Aceh yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab selama mendampingi jemaah di Makkah dan Madinah.
"Atas nama Pemerintah Aceh, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Tim PPHD Aceh yang telah bekerja maksimal memberikan pelayanan terbaik selama di Tanah Suci. Alhamdulillah, seluruh rangkaian ibadah haji jemaah kita bisa berjalan dengan sangat baik," ujar Fadhlullah.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya dilihat dari selesainya rangkaian ibadah, tetapi juga dari kualitas pendampingan dan pelayanan yang diberikan kepada jemaah. Karena itu, soliditas dan koordinasi antara pemerintah daerah dan petugas lapangan harus terus diperkuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan haji di masa mendatang.
Fadhlullah menegaskan Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan berbagai aspek teknis penyelenggaraan haji agar pelayanan kepada jemaah Aceh semakin baik.
Dari sisi petugas lapangan, perwakilan PPHD Aceh, Tgk. H. Muhammad Yunus atau Abon Yunus, menyebut keberhasilan pelayanan haji merupakan hasil dari proses panjang yang dilakukan secara sistematis sejak tahap seleksi petugas hingga pelaksanaan tugas di Tanah Suci.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Aceh sejak awal menjadi faktor penting dalam kesiapan para petugas. Mulai dari rekrutmen, pembekalan, pelaksanaan pendampingan di Makkah dan Madinah, hingga proses kepulangan seluruh tim dilakukan dengan koordinasi yang intensif.
"Perhatian dan dukungan penuh pemerintah daerah menjadi motivasi besar bagi kami dalam menjalankan amanah melayani jemaah haji Aceh," ujar Abon Yunus.
Ia berharap pola komunikasi dan kerja sama antara Pemerintah Aceh dan PPHD terus dipertahankan serta ditingkatkan sehingga standar pelayanan haji Aceh dapat semakin profesional.
Pertemuan evaluasi tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh agama dan pimpinan pesantren, di antaranya Drs. Tgk. H. M. Daud Hasbi, M.Ag. (Abi Daud Hasbi), serta Tgk. H. Yazid Al-Yusufi (Abon Yazid), Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Darul Ulumuddin (MADU) Babah Lhung, Blangpidie, Aceh Barat Daya. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan program pembangunan Aceh ke depan.
Hadir pula Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh Yusrizal, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat, serta seluruh personel PPHD Aceh.
Dengan penguatan sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Aceh optimistis mampu menghadirkan pelayanan haji yang semakin berkualitas, sehingga jemaah Aceh dapat memperoleh perlindungan, kenyamanan, dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah pada musim haji berikutnya.