Banda Aceh, InfoPublik – Turnamen Danlanud Cup III Tahun 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat pembinaan sepak bola usia dini di Aceh sekaligus mencetak talenta muda yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Kompetisi yang digelar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (17/7/2026), mengusung tema "Seulawah Dirgantara for Golden Generation" sebagai wadah pembinaan dan pencarian bibit pesepak bola potensial.
Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Suryo Anggoro, M.Tr.(Han), mengatakan kompetisi usia muda memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Menurutnya, sepak bola tidak hanya mengasah kemampuan teknis para pemain, tetapi juga membentuk karakter seperti disiplin, kerja sama, kepemimpinan, sportivitas, dan semangat pantang menyerah.
"Pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan kompetisi yang rutin, berkualitas, dan melibatkan kolaborasi berbagai pihak agar lahir atlet-atlet berprestasi," ujarnya.
Ia menegaskan Lanud Sultan Iskandar Muda berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui kegiatan olahraga yang memberikan manfaat bagi generasi muda sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola di Aceh.
Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. Syukri A. Jalil, menilai pembinaan olahraga merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, turnamen sepak bola usia dini menjadi ruang penting bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun mental bertanding.
"Pemain-pemain muda membutuhkan kompetisi yang berkesinambungan agar kemampuan mereka terus berkembang. Dari pembinaan yang konsisten inilah diharapkan lahir atlet yang mampu mengharumkan nama Aceh dan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional," katanya.
Syukri juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan. Nilai kejujuran, saling menghormati, serta kepatuhan terhadap aturan, menurutnya, merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter generasi muda yang tidak kalah penting dibandingkan prestasi di lapangan.
Penyelenggaraan Turnamen Danlanud Cup III 2026 menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah, TNI Angkatan Udara, organisasi olahraga, dan masyarakat dalam memperkuat pembinaan olahraga, khususnya sepak bola usia dini.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi atlet muda untuk memperoleh pengalaman bertanding, meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola dari daerah, sekaligus memperkuat regenerasi atlet nasional.
Melalui kompetisi yang berorientasi pada pembinaan, Aceh diharapkan terus melahirkan talenta-talenta muda yang mampu menjadi bagian dari regenerasi sepak bola Indonesia serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, dan berprestasi.