Banda Aceh, InfoPublik – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh terus melanjutkan proses penyidikan kasus ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2. Hingga saat ini, sebanyak 12 saksi telah dimintai keterangan sebagai bagian dari upaya mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, Kombes Pol Andre Librian, mengatakan penyidik juga telah menggandeng Laboratorium Forensik (Labfor) untuk melakukan pemeriksaan ilmiah terhadap lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan tersebut masih dinantikan dan akan menjadi dasar dalam mengungkap penyebab ledakan secara komprehensif.
"Kasus ledakan di KMP Aceh Hebat 2 sudah dalam tahap penyidikan. Tim telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, termasuk beberapa korban yang kondisinya sudah memungkinkan untuk dimintai keterangan," ujar Andre usai konferensi pers di Meuligoe Polda Aceh, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, saksi yang telah diperiksa berasal dari berbagai unsur, mulai dari petugas ASDP yang bertugas di atas kapal saat kejadian, dua pelajar yang menjadi saksi, hingga pihak sekolah.
Menurut Andre, penyidik masih menunggu hasil uji Laboratorium Forensik sebelum menyimpulkan penyebab ledakan. Hasil tersebut nantinya juga akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan. "Hasil Labfor masih kami tunggu. Setelah hasilnya keluar akan kami sampaikan kepada publik," katanya.
Selain proses penyidikan, Polda Aceh memastikan olah tempat kejadian perkara telah rampung. Seluruh barang bukti yang diperlukan penyidik telah diamankan sehingga garis polisi di lokasi akan segera dicabut.
Selanjutnya, kapal akan diserahkan kembali kepada pihak ASDP untuk dilakukan pemeriksaan teknis dan perbaikan apabila masih ditemukan kerusakan akibat ledakan.
"Karena olah TKP sudah selesai dan alat bukti yang berkaitan dengan penyebab ledakan sudah dikumpulkan, kapal dapat diserahkan kepada ASDP untuk dilakukan pemeriksaan teknis maupun perbaikan," jelas Andre.
Ia menambahkan, pengoperasian kembali KMP Aceh Hebat 2 sepenuhnya menjadi kewenangan pihak ASDP setelah kapal dipastikan memenuhi standar keselamatan dan layak berlayar.
Sebelumnya, insiden ledakan di KMP Aceh Hebat 2 terjadi pada 12 Juni 2026 saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Peristiwa itu mengakibatkan 14 taruna Politeknik Pelayaran dan seorang Kepala Kamar Mesin mengalami luka bakar.
Proses penyidikan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen aparat penegak hukum dalam mengungkap penyebab insiden secara transparan dan profesional.