Banda Aceh, InfoPublik – Sepanjang 119,62 kilometer jalan daerah di Aceh berhasil ditangani melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025. Peningkatan infrastruktur pada 33 ruas jalan strategis di 19 kabupaten/kota tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Peresmian Program Inpres Jalan Daerah dilakukan Presiden Prabowo Subianto secara simbolis di ruas Jalan Kedungdung–Bringkoning, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Secara nasional, program tersebut berhasil menyelesaikan pembangunan dan peningkatan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer di 37 provinsi dengan total investasi mencapai Rp5,41 triliun.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mengikuti peresmian secara virtual bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Bupati Bireuen turut hadir sebagai salah satu perwakilan daerah penerima manfaat program.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa jalan daerah merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Menurutnya, infrastruktur jalan yang memadai akan memperlancar arus barang dan jasa, menekan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing daerah.
"Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita. Jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kita," ujar Prabowo.
Program Inpres Jalan Daerah dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi. Program ini ditujukan untuk mempercepat penanganan ruas jalan strategis yang diusulkan pemerintah daerah, terutama wilayah dengan keterbatasan pendanaan.
Di Aceh, program tersebut mencakup 33 ruas jalan yang tersebar di 19 kabupaten/kota, yakni Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya, Simeulue, Kota Banda Aceh, dan Kota Lhokseumawe.
Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi peningkatan struktur jalan menggunakan lapis aus aspal beton (Asphalt Concrete-Wearing Course/AC-WC) setebal 6 sentimeter, lapis pondasi agregat (LPA) 20 sentimeter, serta lapis pondasi bawah (LPB) 15 sentimeter guna meningkatkan kualitas dan ketahanan jalan.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan Program Inpres Jalan Daerah merupakan wujud komitmen pemerintah menghadirkan pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke pelosok daerah.
Menurutnya, jalan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan produktivitas ekonomi, memperkuat konektivitas nasional, dan memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik.
"Infrastruktur jalan yang diresmikan hari ini merupakan alat pengungkit pertumbuhan ekonomi, penguat konektivitas nasional, dan wujud kehadiran negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah, sesuai arahan Presiden bahwa ekonomi tumbuh dari desa," kata Dody.
Melalui peningkatan kualitas jalan daerah tersebut, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah di Aceh semakin kuat, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik menjadi lebih lancar, serta akses menuju sentra produksi, kawasan ekonomi, dan pelayanan publik semakin terbuka sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.