Raja Ampat, InfoPublik- Pemerintah Kabupaten Raja Ampat resmi mencanangkan Program ORISUN sebagai bentuk penghormatan kepada generasi tua Orang Asli Papua (OAP) melalui pemberian bantuan dan perlindungan sosial bagi lanjut usia berusia 65 tahun ke atas.
Peluncuran Program ORISUN dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Raja Ampat di Lobby Kantor Bupati Raja Ampat, Sabtu (9/5/2026).
Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam menyatakan bahwa program ORISUN merupakan program afirmatif yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia OAP di Raja Ampat. Dalam bahasa daerah, ORISUN berarti “matahari terbenam”, yang menggambarkan fase usia senja yang diharapkan tetap dijalani secara layak, aman, sehat, dan bermartabat.
Program ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan Otonomi Khusus Papua yang menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua.
Ia menegaskan bahwa Program ORISUN merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada generasi tua yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah sejak usia muda.
“Ini adalah bentuk penghargaan pemerintah kepada orang tua kita yang selama ini telah bekerja dan berkontribusi membangun Raja Ampat. Melalui Program ORISUN, kami ingin memastikan para lansia tetap diperhatikan, sehat, dan sejahtera,” ujar Orideko.
Menurut dia, pemerintah daerah ingin menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya para lansia OAP yang selama ini hidup dalam berbagai keterbatasan.
“Kami tidak ingin para orang tua kita menjalani masa tua dalam kesulitan. Pemerintah harus hadir memberi perlindungan dan memastikan mereka tetap hidup layak dan bermartabat,” tegas dia.
Menurut dia, masih banyak lansia OAP di Raja Ampat yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan tetap menanggung tanggung jawab rumah tangga di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi. Kondisi tersebut diperberat dengan tingginya biaya hidup serta keterbatasan akses layanan kesehatan dan sosial, terutama di wilayah kepulauan dan kampung terpencil.
Karena itu, lanjutnya, ORISUN dikembangkan dengan mengadaptasi Program PAITUA yang sebelumnya diterapkan di sejumlah wilayah Papua. Pemerintah menilai pola bantuan tunai berbasis kebutuhan lokal mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan lansia apabila dijalankan dengan tata kelola dan pengawasan yang baik.
Dalam pelaksanaannya, Program ORISUN akan memberikan bantuan langsung tunai kepada penerima manfaat yang memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya merupakan Orang Asli Papua, berusia 65 tahun ke atas, berdomisili di Raja Ampat, serta memiliki dokumen kependudukan resmi.
Ia memastikan bahwa program ini tidak diperuntukkan bagi pensiunan ASN, TNI, Polri, maupun pensiunan BUMN dan BUMD.
“Bantuan yang diberikan nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi, pembelian obat-obatan, biaya penunjang kesehatan, modal usaha kecil, pembelian bibit tanaman dan ternak, hingga perbaikan ringan rumah tinggal lansia,” jelas dia.
Pemerintah distrik dan kampung akan menjadi ujung tombak dalam proses pendataan, verifikasi, validasi, hingga penyaluran bantuan kepada penerima manfaat. Sementara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya akan memberikan pembinaan, arahan kebijakan, dan pengawasan agar implementasi program berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Selain bantuan sosial, Program ORISUN juga akan diperkuat melalui edukasi kesehatan lansia, workshop tingkat distrik, pelatihan komunikasi, serta pengembangan media sosialisasi agar masyarakat memahami manfaat program secara menyeluruh.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Maliki, mengatakan Indonesia saat ini tengah menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia atau aging population. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga mendorong lansia tetap sehat, aktif, dan mandiri.
“Program ORISUN diharapkan tidak hanya menjadi program bantuan semata, tetapi mampu menjadikan para lansia tetap sehat, produktif, serta terus memberikan kontribusi secara ekonomi, sosial, dan budaya,” ujar Maliki.
Ia menilai pendekatan perlindungan sosial ke depan harus mampu menghadirkan rasa aman sekaligus memberdayakan lansia agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik.
“Lansia bukan kelompok yang harus dipandang sebagai beban, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang tetap memiliki pengalaman, pengetahuan, dan peran penting dalam kehidupan sosial maupun budaya,” kata dia.
Melalui peluncuran Program ORISUN, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap perlindungan dan pelayanan sosial bagi masyarakat lanjut usia semakin meningkat serta menjadi tonggak baru penghormatan terhadap para orang tua adat yang selama ini menjaga budaya dan kearifan lokal.
(Petrus Rabu/MC Raja Ampat)