Raja Ampat, InfoPublik- Pemerintah Kabupaten Raja Ampat terus mendorong penguatan budaya baca dan literasi masyarakat melalui kegiatan Buka Lapak Baca Layanan Perpustakaan dan Taman Baca Masyarakat (TBM) Berbasis Inklusi Sosial dan Literasi di kawasan Pantai Waisai Torang Cinta, Distrik Kota Waisai, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Raja Ampat itu digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Raja Ampat bekerja sama dengan pengelola Taman Baca Masyarakat.
Bunda Literasi Raja Ampat Rusmiati Burdam menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun pengetahuan, memperluas wawasan, dan membentuk karakter generasi bangsa.
“Melalui budaya literasi, kita dapat menciptakan masyarakat yang cerdas, kreatif, demokratis, dan mampu menghadapi perkembangan zaman,” ujar dia.
Ia juga mengajak anak-anak untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang menyenangkan karena buku merupakan jendela dunia yang membuka pengetahuan dan peluang meraih masa depan yang lebih baik.
“Anak-anakku yang saya cintai, mari jadikan membaca sebagai kebiasaan yang menyenangkan. Dengan membaca kita bisa belajar banyak hal tentang dunia luar dan meraih masa depan yang lebih baik,” kata dia.
Selain itu, Bunda Literasi menekankan pentingnya kolaborasi keluarga dan masyarakat dalam membangun budaya baca sejak dini, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun ruang publik.
Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan layanan baca, tetapi juga edukasi kesehatan bagi anak-anak. Bunda Literasi bersama tenaga kesehatan memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut kepada peserta yang hadir.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Raja Ampat Dedy Riswanto mengatakan literasi merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kritis, produktif, dan berdaya saing.
Menurut dia, program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang diinisiasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menjadi langkah transformasi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang terbuka dan inklusif bagi seluruh kalangan.
“Kegiatan Buka Lapak Baca ini menjadi bentuk layanan perpustakaan yang inovatif, di mana buku dan informasi tidak hanya menunggu masyarakat datang ke perpustakaan, tetapi perpustakaan hadir langsung di tengah masyarakat,” jelas dia.
Ia menambahkan, keberadaan Taman Baca Masyarakat menjadi ujung tombak penguatan budaya literasi hingga tingkat akar rumput. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengelola TBM melalui pembinaan, penyediaan bahan bacaan, dan penguatan kapasitas pengelola.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membaca sebagai investasi masa depan sekaligus memperkuat ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Raja Ampat.
“Melalui momentum ini, kita ingin mewujudkan masyarakat Raja Ampat yang cerdas, berkarakter, dan berdaya melalui kekuatan membaca dan ilmu pengetahuan,” tutup dia.
(Petrus Rabu/MC Raja Ampat)