Blora, InfoPublik - Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026,Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora, Pemerintah Kabupaten Blora menggelar Sarasehan HPN 2026 dengan mengacu pada tema nasional “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, dan Bangsa Kuat”.
Kegiatan ini mengangkat topik “Kontribusi Jurnalis dalam Menangkal Disinformasi Program Presiden” sebagai upaya memperkuat peran pers dalam menjaga kualitas informasi publik. Rabu, (4/2/2026), bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.
Forum ini bertujuan membangun sinergi antara pers, pemerintah, dan masyarakat dalam mengawal pelaksanaan program strategis nasional di daerah. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan jurnalis mampu menjadi garda terdepan dalam menangkal disinformasi sekaligus menyajikan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan beretika.
Kegiatan ini akan menghadirkan sejumlah pembicara kunci (keynote speaker), yakni Bupati Blora yang diwakili oleh Sekda Blora, Ketua DPRD Kabupaten Blora, dan Kapolres Blora yang diwakili oleh Wakapolres Blora.
Selain itu, forum juga menghadirkan narasumber utama dari Dewan Pers, Mohammad Jazuli, Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Periode 2025–2028. Dengan tema "Membangun Kepercayaan Publik Melalui Jurnalisme Yang Berkualitas".
Dalam paparannya, Jazuli menegaskan bahwq krisis kepercayaan publik terhadap media tidak bisq diselesaikan dengan kecepatan dan sensasi, justru praktik jurnalistik yang mengabaikan kode etik akan memperparah kerusakan citra pers di mata masyarakat.
"Ketika media abai terhadap etika, yang runtuh bukan hanya kredibilitas wartawan, tetapi jugq kepercayaan publik terhadap insan pers secara keseluruhan."katanya.
Selanjutnya ketua DPRD Blora, Mustopa menilai kerja jurnalistik telah berdampak nyata bagi perbaikan pelayanan publik.
"Terima Kasih kepada teman teman jurnalistik yang memviralkan jalan rusak, sehingga langsung mendapat respons dari Pemkab, sekarang jalannya sudah bagus termasuk terkait dengan MBG juga sudah ada perbaikan."ujarnya.
Sekertaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi menyebutkan pers sebagai mata dan telinga birokrasi, ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak anti kritik.
Komang Gede Irawadi juga mengusulkan agar peserta diberikan sertifikat bertajuk "mengikuti saserahan nasional" mengingat kehadiran langsung langsung Dewan Pers dari pusat dalam forum daerah merupakan hal yang jarang terjadi.
"Sesarehan HPN 2026 PWI Blora ini menjadi penegasan bahwa pers yang berkualiras dan beretika bukan hanya kebutuhan internal media, melainkan fondasi utama kepercayaan publik ditengah tantangan disinformasi dan dinamika demokrasi. Ucapnya.
Sementara itu Wakapolres Blora Kompol Slamet Riyanto menegaskan peran pers sebagai kontrol sosial sangat penting bagi institusi kepolisian dan pemerintah daerah.
"Pers memberikan kontribusi signifikan, terutama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap indormasi yang disampaikan, bedasarkan fakta."jelasnya.
Ketua PWI Blora, Heri Purnomo menyampaikan bahwa Peringatan HPN menjadi momentum refleksi bagi insan pers untuk memperkuat peran strategis media dalam pembangunan bangsa.
"jika pers sehat dan independen, makan akan ikut memajukan ekonomi dan memperkuat bangsa."tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Blora berharap terwujud ekosistem pers yang sehat dan profesional, sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional.(MC Kab.Blora/Vinna/eyv)