Tolitoli, InfoPublik - Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Tolitoli, telah menorehkan tonggak sejarah dengan sukses menyelenggarakan Konferensi Daerah (Konferda) ke-II sekaligus Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi seluruh anggotanya.
Kegiatan yang mengusung tema "Membangun Solidaritas Lembaga, Mewujudkan Guru PAI yang Moderat, Profesional dan Transformatif" itu digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli, Senin (19/1/2026).
Bupati Tolitoli Amran, menegaskan menekankan peran strategis Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.
Amran menyatakan, guru PAI dituntut untuk melampaui peran sebagai pengajar, menjadi pendidik, pembimbing, dan teladan moral bagi peserta didik.
"Anak generasi kita harus diperkuat dengan Pendidikan Agama, dan hal tersebut bisa terlaksana di tangan bapak ibu sekalian," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPW AGPAII Provinsi Sulawesi Tengah, Emi Indra, dalam pidatonya menggarisbawahi makna penting pemilihan pengurus yang akan dilaksanakan.
Emi menegaskan, bahwa Konferda bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penentu arah perjuangan organisasi.
"Pemilihan hari ini bukan tentang siaka yang paling dikenal, tetapi siapa yang paling siap berkorban untuk bekerja tanpa tepuk tangan," ujarnya.
Ia menekankan, kebutuhan akan pemimpin yang tangguh, setia, dan berdedikasi penuh untuk memajukan organisasi.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Toli-Toli, Makmur, yang turut hadir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara.
Ia menyebutkan, Konferda sebagai tonggak sejarah bagi guru PAI di wilayahnya.
Makmur juga menyoroti peran sentral guru dalam keberhasilan pendidikan.
"Pendidikan itu bukan hanya soal kurikulum atau kebijakan, intinya ada pada guru yang menjalankannya. Kurikulum sehebat apapun akan tetap menjadi teks di atas kertas bila tidak dihidupkan oleh guru," paparnya.(mc tolitoli/Fatmawati/ Ria Ristiana, S.Kom)