Raja Ampat, InfoPublik – Pelatihan Pengemasan dan Branding Produk bagi pelaku UMKM Orang Asli Papua (OAP) resmi ditutup pada Rabu (19/11/2025). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak 17 hingga 19 November 2025 tersebut diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Raja Ampat di sebuah aula penginapan di Kota Waisai.
Kepala Bidang Pendapatan dan Pembinaan UMKM, Marselina, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan dirancang dengan kombinasi materi teori dan praktik. Para peserta juga membawa produk masing-masing untuk dievaluasi langsung oleh narasumber.
“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mengevaluasi langsung produk yang dibawa peserta. Dengan begitu, mereka bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan produknya, serta bagaimana meningkatkan kualitasnya,” ujar Marseline
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelaku UMKM OAP dalam menerapkan standar pengemasan dan kelayakan produk. “Harapan kami, setelah pelatihan ini para pelaku UMKM OAP mampu menerapkan standar pengemasan dan kelayakan produk yang lebih baik, sehingga nilai jualnya semakin meningkat,” katanya.
Selain teknik pengemasan, peserta juga menerima materi mengenai legalitas produk, proses perizinan usaha, serta penyuluhan keamanan pangan yang disampaikan oleh tim Dinas Kesehatan Raja Ampat. Pembekalan tersebut diberikan untuk memastikan produk UMKM memenuhi standar kesehatan bagi konsumen.
Pada sesi teknik branding, peserta mempelajari strategi memperkuat identitas produk melalui desain kemasan yang informatif dan menarik. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik visual dan memperluas peluang pemasaran produk lokal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Raja Ampat, Fransiska Y. Wanma, memberikan apresiasi kepada para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. “Pelatihan ini merupakan langkah awal untuk mendorong UMKM OAP naik kelas. Kami ingin produk lokal Raja Ampat memiliki kualitas dan identitas yang kuat di pasar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pendampingan bagi pelaku UMKM akan terus dilakukan oleh pemerintah daerah. “Kami akan terus melakukan pendampingan agar ilmu yang diterima peserta benar-benar bisa diterapkan dalam usaha mereka,” tambahnya.
Fransiska menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan UMKM OAP ke depan. “Saya mengapresiasi semangat seluruh peserta. Komitmen mereka menunjukkan bahwa UMKM OAP punya potensi besar untuk berkembang dan mampu bersaing lebih luas,” tandas dia.
Dengan selesainya kegiatan ini, pelaku UMKM OAP di Raja Ampat diharapkan semakin siap mengembangkan produk dengan kualitas lebih baik, identitas yang kuat, dan daya saing yang meningkat di pasar yang lebih luas.