Raja Ampat, InfoPublik – 873 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, formasi 2021 dan 2024 diingatkan kewajibannya sebagai Aparatur Silil Negara (ASN), yakni bekerja secara profesional dan bertanggungjawab melayani masyarakat.
Hal ini disampaikan Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam, saat memberikan ceramah Muatan Teknis Substansi Lembaga (MTSL) yang digelar usai apel rutin ASN di Lapangan Kantor Bupati Raja Ampat, pada Jumat (12/9/2025).
“ASN bukan hanya pekerjaan, tetapi amanah. Kita dituntut untuk bekerja profesional, melayani masyarakat dengan hati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan tanggung jawab,” tegas Bupati Raja Ampat di hadapan para peserta Latsar.
Orideko menegaskan bahwa seorang ASN tidak cukup sekadar hadir secara administratif di kantor, namun juga dituntut benar-benar memahami fungsi instansi, menguasai visi pembangunan daerah, serta mampu menjawab berbagai tantangan masyarakat.
Menurutnya, integritas, disiplin, dan semangat inovasi adalah modal utama yang harus ditanamkan sejak dini agar ASN mampu memberikan kontribusi nyata.
Seluruh CPNS Raja Ampat juga diingatkan agar membangun budaya kerja yang produktif, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman.
Ceramah MTSL ini diharapkan dapat memperluas wawasan peserta Latsar mengenai tugas dan fungsi instansi pemerintah, sekaligus memberikan pemahaman tentang arah kebijakan pembangunan daerah.
“Raja Ampat membutuhkan ASN yang cepat, tepat, dan tanggap. Saudara-saudara harus menjadi generasi birokrasi baru yang mampu menghadirkan perubahan positif serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan Latsar CPNS kali ini diikuti oleh 873 peserta dari berbagai formasi tahun 2021 dan 2024. Selain pembekalan materi MTSL, para peserta juga mendapat pemahaman terkait tugas pokok dan fungsi ASN, etika birokrasi, serta penguatan wawasan kebangsaan. Hal ini menjadi bekal penting bagi para CPNS untuk menanamkan nilai-nilai dasar sebagai abdi negara.
Melalui materi yang disampaikan langsung oleh kepala daerah, para CPNS diharapkan tidak hanya memahami teori administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu menyerap nilai kepemimpinan dan semangat pelayanan publik. Hal ini menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan visi-misi pembangunan Raja Ampat yang menuntut hadirnya birokrasi yang bersih, profesional, dan berdedikasi tinggi.
Dengan demikian, generasi baru ASN Raja Ampat diharapkan lahir sebagai aparatur yang memiliki etos kerja kuat, menjunjung integritas, dan senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Semangat inilah yang sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik serta menghadirkan pelayanan prima demi kesejahteraan rakyat. (Penta Nila Juwita/MC.Kab.Raja Ampat)