Raja Ampat, InfoPublik – Bupati Raja Ampat Orideko I. Burdam mengajak ratusan pedagang Pasar Mbilm Kayam untuk melihat rencana relokasi ke Pasar Snon Bukir sebagai peluang menuju kesejahteraan yang lebih baik.
Hal itu disampaikan dalam audiensi terbuka di Aula Dinas Pendidikan, Selasa (15/4/2025), yang dihadiri Wakil Bupati Mansyur Syahdan, anggota DPRK Raja Ampat, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.
"Relokasi ini bukan sekadar memindahkan lokasi berdagang, melainkan membuka peluang baru untuk meningkatkan pendapatan. Pasar yang tertata rapi, bersih, dan nyaman akan menarik lebih banyak pembeli, termasuk wisatawan," tegas Orideko di hadapan para pedagang.
Ia menekankan bahwa penataan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan Waisai sebagai kota wisata yang berdaya saing.
Bupati menjelaskan, sebagai ibu kota kabupaten dan gerbang utama pariwisata Raja Ampat, Waisai perlu ditata dengan baik agar tidak terkesan kumuh. "Pasar adalah pusat ekonomi rakyat. Jika kita tata dengan benar, akan muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru yang menguntungkan semua pihak," tambah Orideko.
Ia memastikan proses relokasi akan dilakukan secara adil dengan memperhatikan kenyamanan pedagang, termasuk penyediaan transportasi untuk pemindahan barang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Syamsudin Nimanuho memaparkan kesiapan fasilitas di Pasar Snon Bukir. "Kami sudah menyediakan los dan lapak permanen, air bersih yang telah lolos uji laboratorium, serta 16 unit MCK untuk kenyamanan bersama," jelasnya. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung aktivitas perdagangan yang lebih higienis dan nyaman.
Wakil Bupati Mansyur Syahdan menambahkan, Pasar Snon Bukir dibangun dengan anggaran publik yang tidak kecil. "Mari kita manfaatkan dan rawat bersama fasilitas ini. Jika tidak digunakan, justru akan menjadi pemborosan anggaran daerah," imbaunya. Audiensi ini menjadi ruang dialog konstruktif antara pemerintah dan pedagang untuk memastikan relokasi berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata.
Dengan pendekatan partisipatif ini, Pemkab Raja Ampat optimis dapat mewujudkan pusat perdagangan modern yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pedagang, tetapi juga mendukung pembangunan Waisai sebagai kota wisata yang representatif. "Ini adalah investasi untuk masa depan ekonomi rakyat yang lebih baik," pungkas Orideko. (Penta N. Juwita/MC.Kab.Raja Ampat)