- Oleh MC PROV KALIMANTAN SELATAN
- Kamis, 20 Februari 2025 | 14:05 WIB
© 2023 - Portal Berita InfoPublik.
:
Oleh MC KAB PEMALANG, Selasa, 25 Maret 2025 | 11:45 WIB - Redaktur: Tri Antoro - 114
Pemalang, InfoPublik – Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui kanal radio.
Ketua Tim P2PM, Surip, menjelaskan bahwa cara utama mencegah penularan TBC adalah dengan menjaga etika batuk, seperti menutup mulut menggunakan siku saat batuk atau bersin, tidak meludah sembarangan, menggunakan masker, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
“Mengenali gejala awal TBC, yaitu batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, berkeringat malam tanpa aktivitas, dan hilangnya nafsu makan,” kata Surip di LPPL Radio Swara Widuri Pemalang pada Rabu (19/3/2025).
Surip juga menjelaskan, TBC menyebar melalui droplet dari penderita yang batuk atau bersin. Jika orang lain menghirup droplet yang mengandung mycobacterium tuberculosis, terutama jika memiliki daya tahan tubuh rendah, maka risiko tertular akan tinggi.
“TBC dapat dicegah dan diobati. Masyarakat bisa memanfaatkan layanan BPJS, dan pengobatan TBC tersedia gratis di Puskesmas dan rumah sakit,” ujarnya.
Pengelola Program TBC (Wasor) Dinkes Pemalang, Khoirul Nurdin, menambahkan bahwa penyakit TBC dapat menyerang siapa saja, namun anak-anak dan lansia adalah kelompok yang paling rentan.
Ia mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala-gejala TBC agar dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah penularan lebih lanjut.
“Dinkes Pemalang berharap masyarakat semakin peduli terhadap pentingnya pencegahan dan deteksi dini TBC demi kesehatan bersama,” ujarnya.