Operasi Penyakit Masyarakat, Upaya Ciptakan Lingkungan Aman dan Berkualitas

:


Oleh MC KAB LUMAJANG, Selasa, 9 April 2024 | 22:34 WIB - Redaktur: Elvira - 5K


Lumajang, InfoPublik - Dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lumajang telah melakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat) di beberapa lokasi yang dikenal sebagai tempat tindak asusila. Operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, terutama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Dalam hasil operasi tersebut, sebanyak 29 orang, yang terdiri dari 14 pasangan, berhasil diamankan. Namun, pendekatan yang diambil tidak semata-mata penegakan hukum, melainkan juga pemberian pembinaan dan reunifikasi keluarga bagi yang memerlukan.

Saat dimintai keterangan di sela kegiatannya, Selasa (9/4/2024), Kepala Bidang Penegakan Daerah (Gakda) Satpol PP Lumajang Enny Roseita Hadi menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, sebagian besar pasangan yang terjaring operasi adalah mereka yang memiliki hubungan kekasih atau suka sama suka. Meskipun demikian, tidak ditemukan adanya transaksi atau praktik perdagangan manusia.

Lebih lanjut, dari 29 orang yang diamankan, 17 orang berhasil dipulangkan kepada keluarga mereka, sementara 2 orang dibina oleh perangkat desa setempat. Sedangkan 10 orang lainnya diberikan penanganan dan pembinaan lanjutan oleh Dinas Sosial PPPA Kabupaten Lumajang.

Operasi Pekat tersebut tidak hanya bertujuan untuk menegakkan hukum, tetapi juga sebagai bentuk preventif untuk menjaga ketertiban sosial dan moralitas masyarakat. Dengan demikian, diharapkan lingkungan sekitar dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman, terutama dalam menjalankan ibadah selama Bulan Ramadan.

Langkah-langkah yang diambil oleh Satpol PP Lumajang tidak hanya menunjukkan komitmen untuk menangani masalah sosial dengan tegas, tetapi juga memberikan solusi yang berkelanjutan dengan memberikan pembinaan dan dukungan kepada yang membutuhkan.

“Semoga dengan adanya operasi semacam ini, masyarakat dapat terhindar dari dampak negatif yang disebabkan oleh tindakan asusila dan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tenteram,” harapnya. (MC Kab. Lumajang/Fd/An-m)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KAB LUMAJANG
  • Rabu, 22 Mei 2024 | 22:29 WIB
KIM Desa di Lumajang Permudah Pengaduan Masyarakat
  • Oleh MC KAB LUMAJANG
  • Rabu, 22 Mei 2024 | 22:27 WIB
Hamil di Usia Tepat Bisa Cegah Stunting
  • Oleh MC KAB LUMAJANG
  • Rabu, 22 Mei 2024 | 22:26 WIB
Sinergi Babinsa dan Petani di Lumajang untuk Ketahanan Pangan
  • Oleh MC KAB LUMAJANG
  • Rabu, 22 Mei 2024 | 22:24 WIB
Jalan di Desa Tukum Lumajang Kini Lebih Terang
  • Oleh MC KAB LUMAJANG
  • Rabu, 22 Mei 2024 | 22:22 WIB
Bergerak Bersama Tangani Stunting di Lumajang
  • Oleh MC KAB LUMAJANG
  • Rabu, 22 Mei 2024 | 22:20 WIB
Pompanisasi Solusi Inovatif Mengatasi Sawah Kekurangan Air di Lumajang