- Oleh Eko Budiono
- Selasa, 10 September 2024 | 15:00 WIB
: Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu Derta Rohidin saat penandatanganan SK Pelantikan Penjabat Ketua TP PKK Kota Bengkulu Dwi Ratnawati Arif Gunadi bertempat di Balai Raya Semarak
Oleh PROVINSI BENGKULU, Selasa, 26 September 2023 | 17:24 WIB - Redaktur: Tobari - 209
Bengkulu, InfoPublik - Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu Derta Rohidin melantik Dwi Ratnawati Arif Gunadi sebagai Penjabat Ketua TP PKK Kota Bengkulu, sekaligus serah terima jabatan dari Khairunnisa Helmi Hasan ke Dwi Ratnawati Arif Gunadi.
Derta berharap Penjabat Ketua TP PKK Kota Bengkulu yang baru dilantik bisa melanjutkan tugas dan amanah yang diberikan dengan rasa tanggung jawab, kemudian turut menyukseskan 10 program pokok PKK dengan program prioritas dari masing-masing bidang atau kelompok kerja.
"Selamat kepada Ibu Dwi, semoga ke depan bisa melanjutkan program-program TP PKK Kota Bengkulu dan terima kasih kepada ibu Khairunnisa atas jasa serta pengabdiannya selama menjabat," ucap Derta saat memberikan sambutan.
Lebih lanjut, Penjabat TP PKK Kota Bengkulu diharapkan dapat turun langsung ke masyarakat, sehingga mengetahui sejauh mana program-program yang sudah berjalan. Selain itu, PKK juga perlu berkolaborasi dengan sektor terkait sehingga program yang dijalankan dapat hasil maksimal.
Hal tersebut disampaikan Derta saat melantik Pejabat TP PKK Kota Bengkulu bertempat di Balai Raya Semarak, pada Selasa (26/9/2023).
Selain itu juga Derta menjelaskan "Keberhasilan program pokok PKK merupakan barometer pembangunan di daerah. Oleh sebab itu, PKK perlu bersinergi dengan sektor terkait maupun OPD yang ada sehingga program-program berjalan maksimal," jelas Derta.
Terakhir, menurut Derta kader-kader PKK memiliki peran penting dalam penurunan angka stunting di daerah. Hal terbukti, dalam beberapa tahun ini angka stunting terus mengalami penurunan yaitu Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan tahun 2022, angka balita stunting Provinsi Bengkulu berada pada angka 19,8 persen, turun dibandingkan tahun 2021 pada 22,10 persen. Sedangkan data nasional balita stunting di Indonesia mencapai 21,6% pada tahun 2022.
"Kader PKK maupun dasawisma merupakan garda terdepan dalam pencegahan stunting. Dan perannya sudah terbukti mampu menekan angka stunting di daerah, oleh sebab itu perlu terus disupport," pungkas Derta. (Prov Bengkulu/toeb)