Kemenkes: 109 Juta Warga sudah Ikuti Cek Kesehatan Gratis hingga Oktober 2026
Data CKG hingga 19 Oktober 2026 (Sumber: Kemenkes)
Data CKG hingga 19 Oktober 2026 (Sumber: Kemenkes)
Jakarta, InfoPublik – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 109 juta orang telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga Oktober 2026. Pemerintah menargetkan 130 juta orang mengikuti program tersebut hingga akhir tahun untuk memperluas deteksi dini penyakit dan menekan risiko kematian akibat penyakit tidak menular.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, CKG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Program ini juga mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk meningkatkan rata-rata angka harapan hidup penduduk Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun.
Menurutnya, empat faktor risiko utama yang menjadi sasaran pemeriksaan CKG adalah tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan obesitas. Pengendalian faktor-faktor tersebut penting untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke.
“Target kita bukan hanya skriningnya, bukan hanya dikasih obatnya, tapi memastikan bahwa semua masyarakat kita tuh sehat,” ujarnya dalam konferensi pers dua tahun Gerak Nyata Kabinet Merah Putih, di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan perlu ditindaklanjuti dengan pengobatan dan pemantauan kondisi kesehatan. Pemerintah menyediakan pengobatan secara gratis melalui puskesmas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menkes mencontohkan, dari sekitar 73 juta orang yang menjalani pemeriksaan pada tahun sebelumnya, sebanyak 7 juta lebih orang yang terdeteksi mengalami hipertensi. Namun, baru 755.907 orang atau sekitar 11 persen yang mendapatkan pengobatan rutin.
Kondisi tersebut menjadi tantangan karena sebagian masyarakat belum menyadari risiko penyakit yang tidak selalu menunjukkan gejala secara langsung. “Banyak masyarakat merasa kalau mereka darah tinggi, mereka masih sehat. Ini membutuhkan edukasi,” katanya.
Kemenkes secara bertahap menargetkan peningkatan proporsi penderita yang mendapatkan pengobatan hingga 50 persen dan selanjutnya menuju 80 persen. Selain memperoleh pengobatan, pasien diharapkan mampu mengendalikan faktor risiko hingga kembali ke kondisi kesehatan yang terkendali.
Menkes juga membandingkan upaya tersebut dengan konsep Triple 80 yang diterapkan Korea Selatan, yakni 80 persen populasi menjalani skrining, 80 persen orang yang terdeteksi sakit mendapatkan pengobatan, dan 80 persen pasien yang diobati berhasil mengendalikan kondisi kesehatannya.
"Melalui CKG, pemerintah tidak hanya mengejar jumlah masyarakat yang diperiksa, tetapi juga mendorong tindak lanjut hasil pemeriksaan agar risiko penyakit dapat dikendalikan lebih dini," pungkasnya.
© Copyright 2026, All Rights Reserved