Bogor, InfoPublik - Sektor swasta dinilai memiliki ruang besar untuk turut mengambil peran dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari pengembangan EIGER Nature yang mengintegrasikan restorasi dan konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Menjelang pembukaannya untuk publik, EIGER Nature menerima kunjungan 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global dalam rangkaian pertemuan Friends of Indonesia. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan pendekatan EIGER Nature dalam mengembangkan inisiatif berbasis alam.
Melalui guided site tour, para peserta melihat secara langsung kawasan sekaligus memahami proses pengembangan EIGER Nature. Perjalanan tersebut mencakup restorasi lahan kritis di kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 hingga upaya konservasi di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat.
Bagi EIGER Nature, kunjungan tersebut berlangsung pada momentum penting karena destinasi tengah memasuki tahap akhir persiapan sebelum dibuka untuk masyarakat umum. Selain penyempurnaan fasilitas dan pengalaman pengunjung, fase tersebut juga dimanfaatkan untuk membuka ruang dialog serta pertukaran perspektif dengan berbagai pihak.
“Kami melihat EIGER Nature sebagai sebuah perjalanan yang baru saja dimulai. Karena itu, di fase awal ini kami ingin membuka diri untuk belajar, mendengar, dan bertumbuh bersama. Kami percaya bahwa menghadirkan inisiatif yang benar-benar memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat membutuhkan kolaborasi dan perspektif dari banyak pihak,” ujar Direktur Utama EIGER Nature Imanuel Wirajaya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (26/9/2026).
Kolaborasi Swasta dan Pemerintah
Keterlibatan sektor swasta dalam konservasi menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut. EIGER Nature dikembangkan dengan membawa pengalaman EIGER selama hampir empat dekade yang tumbuh dari kecintaan terhadap alam dan aktivitas petualangan.
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan melalui EIGER Nature menjadi sebuah ruang yang tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi pengunjung, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi terhadap alam, budaya, dan masyarakat.
Dalam menjalankan upaya tersebut, EIGER Nature juga berkolaborasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) untuk mendukung konservasi, edukasi lingkungan, serta pemanfaatan kawasan secara bertanggung jawab.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa upaya menjaga alam dapat melibatkan berbagai unsur, termasuk sektor swasta, pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi. Masing-masing pihak dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya untuk memperkuat keberlanjutan kawasan.
CEO WWF-Indonesia Aditya Bayunanda mengatakan, keterlibatan sektor swasta dalam menjaga alam sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat merupakan salah satu hal yang menarik dari pengembangan EIGER Nature.
“Hal menarik dari EIGER Nature adalah bagaimana sektor swasta bisa berusaha sambil ikut mengambil peran dalam menjaga alam, sambil tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Model seperti ini yang dibangun bersama pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi memiliki potensi yang sangat besar, termasuk juga untuk mendukung pembiayaan konservasi, khususnya di kawasan taman nasional,” ujar Aditya.
Menurut dia, pendekatan tersebut juga sejalan dengan upaya yang sedang dilakukan satuan tugas inovasi pembiayaan Taman Nasional dan Spesies Ikonik untuk mencari sumber pembiayaan baru dan berkelanjutan bagi kawasan konservasi Indonesia.
Dengan demikian, keterlibatan dunia usaha dalam konservasi tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan pendukung, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi yang mempertemukan kepentingan pelestarian alam dan manfaat bagi masyarakat.
Membuka Ruang Kolaborasi
Kunjungan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global juga menjadi ruang bagi EIGER Nature untuk mendapatkan masukan pada tahap awal pengembangannya. Pertukaran perspektif tersebut diharapkan dapat membuka hubungan yang lebih luas, khususnya dalam bidang konservasi, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
EIGER Nature memandang perjalanan tersebut masih berada pada tahap awal sehingga keterbukaan terhadap masukan menjadi bagian penting dalam pengembangannya.
“Kami ingin EIGER Nature menjadi tempat di mana setiap orang yang berkunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang dengan membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru tentang alam,” kata Imanuel.
Menurut dia, pengalaman di EIGER Nature diharapkan tidak berhenti ketika pengunjung meninggalkan kawasan. Pesan mengenai pentingnya menjaga alam dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan juga diharapkan ikut terbawa.
“Karena bagi kami, petualangan yang bermakna adalah petualangan yang meninggalkan sesuatu yang baik, bukan hanya bagi diri kita, tetapi juga bagi alam dan masyarakat di sekitarnya,” tutup Imanuel.