Jakarta, InfoPublik – Kedaulatan ruang siber Indonesia menuntut tata kelola yang tangguh dari sisi keamanan sekaligus inklusif dari segi pelestarian identitas bangsa.
Menjawab tantangan tersebut, Ketua Dewan Pengurus Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Isnawan Aslam, melakukan pertemuan strategis dengan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, di Kantor BSSN Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi bagi kepengurusan baru PANDI untuk menyelaraskan program mitigasi ancaman siber yang kian kompleks.
Kepala BSSN Nugroho menegaskan, keamanan infrastruktur internet nasional tidak bisa dipikul oleh satu instansi saja.
Ia memproyeksikan sinergi erat dengan PANDI akan memastikan domain berekstensi .id tetap menjadi ruang digital yang bersih, tepercaya, dan aman bagi masyarakat maupun sektor industri.
Menindaklanjuti hal ini, kedua belah pihak sepakat untuk segera menggelar focus group discussion lintas sektor guna merumuskan standardisasi ekosistem siber yang lebih kuat.
Selain memperkokoh benteng pertahanan siber, PANDI tengah memperluas kedaulatan identitas budaya Nusantara di ruang digital global.
Bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), PANDI tengah mematangkan implementasi Second-Level Domain (SLD) beraksara Jawa.
Kolaborasi ini sebelumnya telah dibahas secara intensif melalui audiensi bersama GKR Hayu serta forum koordinasi lintas pemangku kepentingan di Museum Sonobudoyo.
Langkah digitalisasi budaya ini mendapat angin segar setelah Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) merampungkan publikasi Label Generation Rules (LGR) aksara Jawa pada akhir Juli 2026 lalu.
Keberadaan LGR menjadi fondasi teknis internasional yang menjamin karakter aksara Jawa dapat digunakan secara valid, aman, dan konsisten dalam Domain Name System (DNS) global.
Rencananya, Pemprov DIY akan dilibatkan sebagai registrar khusus untuk melayani pendaftaran nama domain beraksara lokal tersebut.
Tidak berhenti pada aksara Jawa, PANDI dan Pemprov DIY juga tengah menyusun pengajuan nama domain tingkat atas (New Generic Top-Level Domain / gTLD) berekstensi .jogja ke pihak ICANN.
Berbagai inovasi pelestarian budaya berbasis teknologi ini rencananya akan dipamerkan secara luas dengan menggandeng Pemprov DIY dalam perhelatan akbar ICANN87 di Bali mendatang.
Hal ini menunjukkan komitmen PANDI dalam membangun ekosistem internet yang tidak hanya aman secara sistem, tetapi juga sarat akan nilai kearifan lokal. (Humas BSSN/InfoPublik)