Semarang, InfoPublik – Setelah dua kali meraih posisi kedua, Tim Fahmil Qur’an Putra Sumatera Selatan (Sumsel) akhirnya berhasil merebut juara pertama pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah.
Tim yang terdiri atas Dimas Pradinata, Ahmad Zain Ardilla, dan Ahmad Azka Annabil tersebut mengumpulkan 1.535 poin pada babak final Fahmil Qur’an Putra yang berlangsung di Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Jumat (18/9/2026).
Capaian tersebut menjadi puncak perjalanan panjang ketiga peserta dalam mengikuti kompetisi Fahmil Qur’an. Sebelumnya, Sumsel meraih posisi kedua pada MTQ Nasional 2022 dan kembali menempati posisi yang sama pada 2024.
Ahmad Zain Ardillah, yang bertindak sebagai juru bicara tim, mengatakan keberhasilan meraih juara pertama merupakan hasil dari proses belajar dan pengalaman mengikuti kompetisi yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun.
“Kalau tidak salah tahun 2020. 2022 akhirnya ikut nasional, tapi qadarullah juara dua. 2024 juara dua lagi. Alhamdulillah tahun ini, hari ini, di Jawa Tengah, kami mendapatkan juara satu,” ujar Ahmad Zain.
Menurutnya, pengalaman dari kompetisi sebelumnya menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran tim. Setiap pertandingan memberikan pengalaman yang kemudian digunakan untuk memperbaiki persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel, Syafitri Irwan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim, pelatih, dan pembina yang telah mengantarkan Sumsel meraih medali emas.
"Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dimas Pradinata, Ahmad Zain Ardilla, dan Ahmad Azka Annabil yang sukses meraih medali emas di MTQ Nasional ke-31 di Semarang. Ini adalah buah dari ketekunan, kerja keras, doa, serta kedisiplinan yang luar biasa," ujar Syafitri Irwan.
Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya menjadi capaian bagi peserta, tetapi juga menunjukkan hasil pembinaan generasi Qur’ani yang dilakukan secara berkelanjutan di Sumsel.
“Raihan ini tidak hanya membanggakan Kanwil Kemenag dan Pemprov Sumsel, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Sumsel,” lanjutnya.
Syafitri mengatakan, Fahmil Qur’an merupakan cabang yang tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam memahami Al-Qur’an, tetapi juga wawasan keagamaan dan kemampuan berpikir secara cepat.
Karena itu, prestasi tim Sumsel menjadi salah satu indikator bahwa generasi muda di daerah tersebut memiliki kemampuan literasi Al-Qur’an yang dapat bersaing di tingkat nasional.
“Kemenangan pada cabang Fahmil Qur’an yang menguji kedalaman pemahaman Al-Qur’an, wawasan keagamaan, serta kecepatan berpikir ini membuktikan bahwa potensi generasi muda Sumsel dalam literasi Al-Qur’an sangat unggul dan mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Perjalanan Panjang Berbuah Emas
Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumsel, Ahmad Iskandar Zulkarnaen, turut menyaksikan langsung pertandingan final. Ia mengapresiasi perjuangan peserta, pelatih, pembina, serta seluruh pihak yang mendukung proses pembinaan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para peserta, pelatih, pembina, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras dan memberikan dukungan tanpa henti,” ungkapnya.
Menurut Ahmad Iskandar, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam membangun pembinaan Al-Qur’an di Sumsel.
“Terima kasih juga kepada Gubernur dan Kanwil Kemenag Sumsel serta seluruh masyarakat Sumsel atas doa dan dukungan dahsyatnya. Kemenangan ini merupakan hasil sinergi dan komitmen bersama dalam membina generasi Qur’ani di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Raihan juara pertama sekaligus menunjukkan pentingnya kesinambungan pembinaan. Pengalaman menjadi runner-up pada dua penyelenggaraan sebelumnya tidak berhenti sebagai catatan prestasi, tetapi menjadi bagian dari proses evaluasi dan peningkatan kemampuan peserta.
Kaltim dan Jateng di Posisi Berikutnya
Pada babak final tersebut, Regu Kalimantan Timur menempati posisi kedua dengan perolehan 1.270 poin. Tim Kaltim terdiri atas Moammar Khadafi Nasution, Muhammad Adnan Abd Barr, dan Fahrid Zainar Hasyim.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati tim Jawa Tengah dengan 1.265 poin. Adapun Sumatera Utara berada di posisi keempat dengan perolehan 990 poin.
Bagi Sumsel, kemenangan tersebut menjadi capaian penting setelah perjalanan panjang di ajang MTQ Nasional. Dari posisi kedua pada 2022 dan 2024, ketekunan pembinaan akhirnya membawa tim Fahmil Qur’an Putra Sumsel ke posisi teratas pada MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah.