Jakarta, InfoPublik – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya melanjutkan momentum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 melalui pembinaan manusia secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026). Ia mengatakan, Indonesia Emas membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak yang kuat. “Indonesia Emas membutuhkan manusia yang jujur, adil, disiplin, kreatif, dan peduli kepada sesama. Indonesia Emas membutuhkan generasi yang maju, maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi harus kuat dalam akhlak,” ujar Pratikno melalui keterangan resmi yang diterima InfoPublik, Minggu (13/9/2026).
Ia menjelaskan, MTQ memiliki arti penting dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mengembangkan talenta keagamaan. Selain itu, MTQ menjadi ruang yang mempertemukan pendidikan, seni, ilmu, tradisi, dan persaudaraan. “Di sinilah saya yakin MTQ memberikan arti yang sangat penting. Menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur'an, mengembangkan talenta keagamaan, mempertemukan pendidikan, seni, ilmu, tradisi, dan persaudaraan, dan mendorong lahirnya generasi Qur'ani yang selalu siap mengabdi bagi bangsa,” kata Menko Pratikno.
Pratikno mengajak seluruh pihak untuk meneruskan energi positif MTQ melalui program-program nyata yang mendukung pembinaan manusia secara berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Menko PMK juga menyoroti keberagaman peserta MTQ Nasional XXXI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menilai perbedaan daerah, bahasa, tradisi, dan gaya membaca Al-Qur’an merupakan kekayaan bangsa yang memperkuat persaudaraan dalam satu rumah besar Indonesia. “Namun, Bapak Ibu dan saudara-saudara semuanya hadir dalam satu rumah bernama Indonesia. Perbedaan daerah, bahasa, tradisi, gaya membaca Al-Qur'an adalah kekayaan bangsa,” katanya.
Menko PMK mengajak seluruh peserta menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menghormati dewan hakim, menghargai peserta lain, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, Kementerian Agama, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), panitia, dewan hakim, relawan, aparat keamanan, mitra, serta masyarakat yang mendukung penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.