Jakarta, InfoPublik - Sebanyak 74 talenta muda terpilih mengikuti program magang nasional di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Selama enam bulan, para peserta akan mendapat pengalaman langsung memahami proses perumusan kebijakan, analisis, koordinasi, hingga pengambilan keputusan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menteri PANRB Rini Widyantini melalui keterangan resminya Selasa (11/8/2026) mengatakan, program magang tersebut bukan sekadar memberikan pengalaman kerja kepada peserta, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran mengenai tata kelola pemerintahan dan pembangunan birokrasi.
“Jangan berpikir 'ini hanya pekerjaan internship', tetapi 'saya sedang belajar menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, membangun cita-cita negara',” ujar Rini saat menerima peserta magang nasional di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Tingginya minat terhadap program tersebut tercermin dari jumlah pendaftar yang mencapai 505 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 156 peserta melanjutkan ke tahap wawancara, sebelum akhirnya 74 peserta terpilih melalui proses seleksi yang kompetitif dan berbasis merit.
Para peserta terpilih berasal dari latar belakang pendidikan dan keahlian yang beragam. Selama mengikuti program, mereka akan memperoleh kesempatan untuk belajar sekaligus berkontribusi dalam berbagai bidang strategis di Kementerian PANRB, antara lain perumusan kebijakan publik, analisis data, hukum dan regulasi, pelayanan publik, transformasi digital, serta komunikasi publik.
Menurut Rini, pengalaman tersebut memberikan perspektif yang khas karena peserta dapat melihat secara langsung bagaimana proses kerja pemerintah berlangsung dari pusat kebijakan aparatur negara dan reformasi birokrasi.
“Tetapi ini adalah kesempatan untuk melihat bagaimana negara bekerja. Kenapa? Karena Kementerian PANRB itu fokusnya bicara tentang birokrasi pemerintahan,” jelasnya.
Rini juga menekankan pentingnya pemahaman berbasis data dalam setiap proses perumusan kebijakan pemerintah. Kebijakan publik, menurutnya, tidak boleh hanya didasarkan pada intuisi ataupun mengikuti isu yang sedang ramai di media sosial, tetapi harus melalui analisis dan koordinasi yang mendalam.
“Karena kantor ini punya tugas memastikan kebijakan-kebijakan di seluruh instansi pemerintah itu citizen-centric. Jadi sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Rini.
Melalui program tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga membangun kompetensi dan karakter yang diperlukan untuk menjadi talenta yang mampu berkontribusi bagi bangsa. Pengalaman selama enam bulan di lingkungan Kementerian PANRB diharapkan menjadi bekal untuk memahami kompleksitas birokrasi sekaligus tantangan dalam menghadirkan pelayanan pemerintahan yang berorientasi pada masyarakat.
Rini berpesan agar para peserta memanfaatkan masa pemagangan untuk mengembangkan kompetensi, integritas, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan dalam menyelesaikan masalah.
“Jadi kalian harus bangun kompetensi di sini, bangun karakter, bangun integritas, belajar bekerja sama dengan orang lain. Kemudian belajar bagaimana cara menyelesaikan masalah dan jangan pernah kehilangan rasa ingin tahu,” pesan Rini.