Bogor, InfoPublik – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) tidak hanya diarahkan sebagai pembangunan infrastruktur pendidikan, tetapi menjadi intervensi strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke berbagai wilayah Indonesia.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.), Dudung Abdurachman mengatakan, kehadiran SNT menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan pendidikan sekaligus memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan bermutu.
“Hari ini menjadi bagian dari sejarah sebagai perintis dan pelopor Sekolah Nasional Terintegrasi, mulai dari ujung barat Pulau Sumatra hingga ujung Pulau Papua,” ujar Dudung, saat peluncuran SNT 7 Bogor sekaligus pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SNT Angkatan Pertama Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, dimulainya operasional SNT angkatan pertama merupakan momentum penting untuk mengukur sekaligus memperkuat pemerataan pendidikan berkualitas di Indonesia.
Kantor Staf Presiden (KSP), kata Dudung, memiliki mandat untuk memastikan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto dapat terlaksana tanpa hambatan, termasuk program SNT. “Sekolah Nasional Terintegrasi bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan intervensi strategis negara dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang dekat dengan masyarakat hingga ke seluruh pelosok negeri,” katanya.
Dudung menekankan, keberhasilan SNT tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik sekolah. Penyelenggaraan pendidikan di dalamnya membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta memastikan SNT benar-benar menjadi lingkungan pendidikan yang mampu mengembangkan potensi setiap murid. “Keberhasilan penetapan dan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi sangat bertumpu tidak hanya pada sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, tetapi juga komitmen dari para pihak dalam berlangsungnya pembangunan dan penyelenggaraan sekolah,” ujarnya.
Dudung juga meminta kepala sekolah dan guru SNT menjadi motor penggerak bagi lingkungan pendidikan di sekitarnya. Menurutnya, keberadaan SNT harus memberikan dampak yang lebih luas, bukan hanya bagi peserta didik yang belajar di dalamnya. “Kita bersama-sama perlu mengenali potensi dan spesialisasi dari setiap anak. Ruang kelas bukan hanya tempat untuk proses belajar mengajar dan penyampaian materi, tetapi menjadi saksi bagaimana masa depan anak Indonesia mulai dibentuk,” katanya.
KSP, lanjut Dudung, akan terus mengawal pelaksanaan program SNT, termasuk membantu mengurai berbagai hambatan yang muncul dalam pelaksanaannya di lapangan.
Kepada para peserta didik SNT angkatan pertama, Dudung berpesan agar kesempatan belajar di sekolah tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan, membangun cita-cita, dan membentuk karakter.
Ia menilai prestasi akademik dan penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan kejujuran, kepedulian, serta akhlak yang baik. “Kalian merupakan anak-anak unggul, anak-anak yang terpilih, anak-anak yang menjadi bagian dari sejarah perjalanan pendidikan Indonesia. Jadikanlah Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi tempat untuk berkembang, bermimpi setinggi-tingginya, dan terus mengejar masa depan pendidikan karakter yang lebih baik,” ujarnya.
Dudung juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari kemampuan seseorang menjadi pintar, kaya, atau memiliki kekuasaan. Menurutnya, karakter dan kebaikan menjadi fondasi penting agar ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepala Staf Kepresidenan mengajak para murid menjaga sikap dalam kehidupan sehari-hari, termasuk tidak merendahkan orang lain, menjaga ucapan, serta membiasakan diri membantu sesama. “Jagalah matamu untuk tidak merendahkan orang lain. Jagalah mulutmu untuk tidak membenci orang lain. Dan jagalah hatimu untuk tidak merendahkan orang lain. Yang terakhir, jagalah tanganmu untuk selalu bersedekah dan membantu orang lain,” pesannya.
Dudung menutup pesannya dengan mengajak seluruh pihak menjadikan dimulainya SNT sebagai momentum bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih merata, berkualitas, dan berkarakter. “Investasi pendidikan adalah kunci utama kemajuan bangsa. Kita memiliki peran dalam mendukung dan menciptakan pendidikan yang lebih baik hingga anak-anak Indonesia bisa tumbuh menjadi generasi emas penerus bangsa,” ujarnya.