Cianjur, InfoPublik – Southeast Asia Trail Running Confederation (SEATRC) Cup 2026 resmi dibuka di halaman Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). Kejuaraan lari trail tingkat Asia Tenggara yang berlangsung hingga 26 Juli tersebut diikuti sembilan negara dan diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan atlet sekaligus mempromosikan potensi sport tourism Indonesia.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.Og, dilanjutkan peluncuran biji kopi menggunakan ketapel sebagai simbol dimulainya kompetisi. Prosesi tersebut diikuti President International Trail Running Association (ITRA) Janet Ng, perwakilan SEATR Confederation Christine Ferera, Kepala Bidang Media dan Humas KONI Pusat Tirto Prima Putra, Sekretaris Umum Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP ALTI) Donny Gahral Adian, Kepala BBTNGGP Sadtata Noor Adirahmana, serta sejumlah pejabat dan pengurus olahraga.
Sekretaris Umum PP ALTI, Donny Gahral Adian mengingatkan seluruh peserta agar mengutamakan keselamatan dan menjunjung tinggi sportivitas selama berlomba di lintasan Gunung Gede Pangrango yang dikenal memiliki medan menantang.
"Pertama-tama saya ingin menyambut semua partisipan, para atlet yang akan bertanding hari ini. Mari kita semua tetap aman, jaga sportivitas di antara kita di rute tersebut. Rutenya akan teknis. Gede Pangrango sangat teknis tapi pemandangannya sangat indah," ujar Donny.
Kejuaraan SEATRC Cup 2026 mempertandingkan beberapa nomor, yakni Vertical 7 kilometer, Short Trail 42 kilometer, Long Trail 75 kilometer, dan Mountain Classic 10 kilometer.
Mewakili KONI Pusat, Kepala Bidang Media dan Humas Tirto Prima Putra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kejuaraan internasional tersebut.
"KONI Pusat menyambut baik kejuaraan SEATRC. Terima kasih kepada panitia, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dan Bupati Cianjur," katanya.
Tirto juga memberikan semangat kepada kontingen Indonesia yang diperkuat 27 atlet terbaik hasil pembinaan berjenjang dari berbagai pengurus provinsi ALTI, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. "Para atlet Indonesia, kalian adalah kebanggaan bangsa dan negara, kalian Patriot Olahraga Indonesia. Doa dan keyakinan kami menyertai kalian untuk berprestasi di negeri sendiri," ujarnya.
Menurut Tirto, SEATRC Cup bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat persahabatan antarnegara Asia Tenggara sekaligus memperkuat upaya mendorong cabang olahraga lari trail masuk dalam agenda SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Ia menambahkan KONI Pusat mendorong semakin banyak kejuaraan lari trail digelar di Indonesia karena selain mendukung pembinaan atlet, juga mampu mengangkat potensi pariwisata daerah. "Melalui kejuaraan seperti ini, momentum kita menunjukkan keindahan alam Indonesia dan membangun sport tourism yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat sekitar," kata Tirto.
Sementara itu, Donny Gahral Adian mengajak seluruh peserta internasional untuk kembali berlatih di Gunung Gede Pangrango karena kawasan tersebut menawarkan lintasan teknis sekaligus panorama alam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelari trail.
Di sisi lain, President International Trail Running Association (ITRA) Janet Ng memberikan apresiasi atas penyelenggaraan SEATRC Cup 2026 di Indonesia. Ia menilai perkembangan organisasi dan kualitas penyelenggaraan kompetisi lari trail Asia Tenggara mengalami kemajuan dibandingkan dua tahun lalu saat kejuaraan berlangsung di Filipina. "Kejuaraan ini akan menjadi event yang istimewa dan berkesan," ujar Janet.
Kejuaraan SEATRC Cup 2026 berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan diikuti kontingen dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Thailand, Myanmar, Vietnam, Filipina, dan Singapura. Ajang ini menjadi salah satu agenda internasional untuk memperkuat pembinaan atlet lari trail sekaligus mempromosikan destinasi wisata alam Indonesia di tingkat regional.