Jakarta, InfoPublik – Semangat mendukung Timnas Indonesia tidak selalu ditunjukkan melalui nyanyian dan kibaran bendera. Pada pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, kreativitas suporter hadir dalam bentuk yang lebih unik.
Salah satunya terlihat dari kostum tradisional yang dikenakan seorang suporter asal Kedoya, Jakarta Barat. Dengan aksesori lengkap bernuansa Gatotkaca, ia tampil mencuri perhatian di tengah kerumunan pendukung Garuda.
Kostum tersebut dilengkapi sejumlah atribut khas tokoh pewayangan Gatotkaca, mulai dari sayap, badong atau hiasan punggung, irah-irahan atau mahkota, hingga gelang dan sabuk sebagai pelengkap.
Bagi pemakainya, kostum tersebut bukan sekadar pakaian untuk menyaksikan pertandingan. Ada pesan yang ingin disampaikan melalui tokoh pewayangan yang dikenal sebagai sosok kesatria dalam cerita Mahabharata itu.
“Saya Farsan, dari Kedoya, Jakarta Barat. Saya memakai kostum ini untuk menyemangati para pemain dan para suporter, untuk menambah semangat lagi mendukung Timnas Garuda,” ujar Farsan saat ditemui InfoPublik di SUGBK, Jakarta, Jumat malam (25/9/2026).
Farsan mengatakan, pemilihan Gatotkaca memiliki makna tersendiri. Ia ingin menggambarkan semangat Timnas Indonesia melalui karakter tokoh pewayangan tersebut.
“Maknanya ini adalah kostum Gatotkaca. Saya menggambarkan Timnas seperti Gatotkaca. Gatotkaca seorang kesatria, seorang pemimpin,” katanya.
Melalui kostum tersebut, Farsan ingin membawa semangat kesatria ke tengah atmosfer pertandingan.
Bagi seorang suporter, pertandingan sepak bola bukan hanya tentang apa yang terjadi selama 90 menit di lapangan. Dukungan dari tribun juga menjadi bagian dari energi yang mengiringi perjuangan para pemain.
Karena itu, berbagai cara dilakukan suporter untuk menunjukkan kecintaan kepada Timnas Indonesia. Ada yang mengenakan jersey, membawa bendera, membuat koreografi, menyanyikan yel-yel, hingga menghadirkan identitas budaya melalui pakaian yang dikenakan.
Farsan memilih cara yang berbeda. Ia membawa karakter pewayangan ke tengah pesta sepak bola internasional. Gatotkaca menjadi simbol yang menurutnya dapat merepresentasikan keberanian, kekuatan, dan semangat perjuangan yang ingin ia lihat dari Timnas Indonesia. “Harapan saya Timnas mudah-mudahan di pertandingan ini menang. Ini partai perdana dan kejuaraan terbaru. Pokoknya semangat terus dan semoga mendapatkan hasil yang maksimal,” ujarnya.
Kehadiran suporter dengan kostum tradisional juga memperlihatkan bagaimana event olahraga internasional dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya Indonesia.
Stadion bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan. Di tengah ribuan orang yang berkumpul, berbagai identitas, kreativitas, dan ekspresi budaya bertemu.
FIFA ASEAN Cup 2026 yang untuk pertama kalinya digelar menghadirkan atmosfer berbeda bagi penggemar sepak bola Indonesia. Turnamen ini mempertemukan negara-negara Asia Tenggara dan sejumlah negara undangan dalam kompetisi yang terbagi dalam dua divisi.
Indonesia menjadi tuan rumah Divisi 1. Seluruh pertandingan Grup A yang dihuni Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh dimainkan di Jakarta.
Laga pembuka Indonesia menghadapi Singapura di SUGBK pada Jumat (25/9/2026) menjadi salah satu momen yang dinantikan para pendukung Garuda.
Antusiasme suporter bahkan telah terlihat sebelum pertandingan dimulai. Kostum-kostum unik menjadi bagian dari warna tersendiri di sekitar stadion. Bagi suporter, memilih pakaian untuk pertandingan bukan semata soal penampilan, tetapi juga menjadi cara menyampaikan pesan dan identitas.
Dalam konteks Farsan, pesan itu datang melalui Gatotkaca. Tokoh pewayangan tersebut menjadi jembatan antara budaya tradisional dan kegemaran terhadap sepak bola modern.
Aksesori seperti sayap, badong, irah-irahan, gelang, dan sabuk membuat penampilannya semakin menyerupai karakter Gatotkaca.
Kreativitas semacam ini memberikan pengalaman berbeda bagi penonton lainnya. Di tengah kerumunan suporter dengan jersey Timnas, kehadiran kostum tradisional membuat suasana pertandingan semakin berwarna.
Bagi Indonesia, budaya memang memiliki ruang yang luas untuk hadir dalam berbagai kegiatan publik, termasuk olahraga.
Pertandingan internasional dapat menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa dukungan kepada tim nasional dapat berjalan beriringan dengan ekspresi kebudayaan.