Jakarta, InfoPublik – Pemerintah Indonesia dan Australia memperkuat kemitraan strategis di sektor kesehatan melalui Kemitraan Indonesia-Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT). Inisiatif yang diluncurkan secara nasional ini akan mendukung penguatan sistem kesehatan Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor dengan implementasi awal di tiga provinsi prioritas.
Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Teni Widuriyanti, mengatakan KITA SEHAT merupakan kemitraan jangka panjang yang dirancang untuk mendukung agenda transformasi kesehatan nasional sekaligus memperkuat kapasitas institusi pemerintah.
"Kemitraan ini dibangun untuk memperkuat sistem kesehatan nasional melalui kolaborasi lintas sektor dengan tetap mengedepankan kepemimpinan pemerintah serta keselarasan dengan prioritas pembangunan nasional," ujar Teni dalam laporannya pada Peluncuran Nasional Kemitraan Indonesia-Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Program tersebut akan dilaksanakan dalam dua fase, yakni 2025–2029 dan 2029–2034. Pelaksanaannya menggunakan mekanisme tata kelola bersama yang melibatkan Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Pemerintah Australia, pemerintah daerah, serta berbagai mitra pelaksana.
Menurut Teni, sejak penandatanganan Subsidiary Arrangement pada 4 Agustus 2025, berbagai tahapan awal telah diselesaikan sebagai fondasi implementasi KITA SEHAT. Tahapan tersebut mencakup penyusunan overall work plan, annual work plan, serta pedoman umum tata laksana program.
Selain itu, Program Steering Committee Meeting dan Program Technical Committee Meeting telah dilaksanakan untuk menyepakati arah implementasi, tata kelola, serta prioritas kegiatan. Seluruh proses dilakukan melalui koordinasi dan konsultasi intensif dengan kementerian dan lembaga agar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan agenda transformasi kesehatan nasional.
Sebagai langkah awal pelaksanaan, pemerintah menetapkan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, dan Papua Barat Daya sebagai lokasi implementasi KITA SEHAT. Kunjungan koordinasi ke ketiga daerah tersebut juga telah dilakukan guna membangun komitmen bersama, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, serta mengidentifikasi kebutuhan dan prioritas pembangunan kesehatan yang dapat didukung melalui kemitraan ini.
Teni berharap KITA SEHAT menjadi model kemitraan pembangunan yang berorientasi pada hasil dalam mendukung prioritas nasional di bidang kesehatan. Melalui program ini, pemerintah juga menargetkan lahirnya pembelajaran, inovasi, dan praktik baik yang mampu mempercepat transformasi sistem kesehatan Indonesia.
"Peluncuran nasional hari ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal pelaksanaan KITA SEHAT," kata Teni.