Jakarta, InfoPublik – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat sinergi dalam menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan melalui penyelenggaraan Wirasena Youth Camp dan Indonesia Youth Summit Tahun 2026.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balairung Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/7/2026).
Kesepakatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan memperingati 100 Tahun Hari Sumpah Pemuda, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem kepemudaan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing menghadapi tantangan global.
Menpora Erick Thohir mengatakan, pembangunan kepemudaan merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah karena pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab menghadirkan ruang dan kesempatan bagi generasi muda agar mampu mengembangkan potensi, memperkuat karakter, serta menjadi penggerak kemajuan Indonesia. "Terima kasih kepada Bapak Gubernur Pramono Anung atas dukungan dan kerja sama yang selama ini terjalin dengan sangat baik. Beliau merupakan salah satu kepala daerah yang selalu memberikan dukungan terhadap berbagai program Kemenpora, baik di bidang kepemudaan maupun keolahragaan," ujar Erick.
Ia menegaskan, Wirasena Youth Camp dan Indonesia Youth Summit bukan sekadar kegiatan seremonial memperingati satu abad Hari Sumpah Pemuda, melainkan menjadi langkah strategis membangun kapasitas generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.
"Hari ini kita sedang meletakkan fondasi bagi generasi muda Indonesia. Bukan hanya untuk memperingati 100 Tahun Hari Sumpah Pemuda, tetapi membangun karakter, pola pikir, dan daya saing pemuda hingga 100 tahun ke depan. Masa depan Indonesia berada di tangan mereka," tegasnya.
Menpora menjelaskan, penyelenggaraan program tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam menyiapkan pemuda Indonesia agar memiliki kemampuan bersaing di tingkat internasional.
Kemenpora, lanjutnya, telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Singapura, Australia, Arab Saudi, Inggris, Jepang, dan Korea Selatan sebagai bagian dari proses pembelajaran serta penguatan kapasitas kepemudaan.
Selain itu, Kemenpora juga berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar pengembangan kapasitas pemuda Indonesia memiliki rujukan dan standar global.
Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul serta meningkatkan kualitas generasi muda sebagai modal pembangunan nasional.
Penguatan kepemudaan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi produktif yang mampu mendorong inovasi, kemandirian, dan kemajuan ekonomi nasional.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menunjuk Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan Wirasena Youth Camp dan Indonesia Youth Summit 2026.
Menurutnya, program tersebut selaras dengan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas generasi muda melalui pendidikan, pemberdayaan, dan pengembangan kapasitas.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenpora atas kepercayaan yang diberikan kepada DKI Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan Wirasena Youth Camp dan Indonesia Youth Summit 2026. Program ini sejalan dengan berbagai upaya yang kami lakukan dalam membangun pemuda unggul," kata Pramono.
Ia menyebut sejumlah program penguatan pemuda yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta, seperti KJP Plus, pemberian beasiswa, hingga berbagai program pengembangan kapasitas generasi muda.
Wirasena Youth Camp merupakan program kepemimpinan pemuda yang melibatkan perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia. Program ini dirancang berdasarkan kurikulum yang disusun oleh para pakar untuk membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemampuan kolaborasi generasi muda.
Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 21–31 Oktober 2026 di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) serta sejumlah lokasi pendukung di Jakarta dengan melibatkan sekitar 5.000 peserta.
Sementara itu, Indonesia Youth Summit 2026 menjadi forum bertemunya gagasan, inovasi, dan kolaborasi pemuda dari berbagai daerah dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Forum tersebut akan diikuti 168 pemuda terpilih dari seluruh Indonesia sebagai representasi generasi muda yang memiliki kontribusi dan gagasan bagi pembangunan bangsa.
Melalui kedua program tersebut, pemerintah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan dunia.