Ayah, Antar Aku ke Sekolah Hari Ini
ilustrasi hari pertama masuk sekolah dasar. (Istimewa)
ilustrasi hari pertama masuk sekolah dasar. (Istimewa)
Jakarta, InfoPublik - Tahun ajaran baru tiba. Di balik deretan seragam yang masih rapi dan aroma buku baru, terselip kegembiraan, harapan, serta sedikit rasa cemas di hati anak-anak yang bersiap menuliskan cerita baru di sekolah. Di momen krusial ini, sebuah ajakan hangat muncul bagi para ayah di seluruh Indonesia: luangkan waktu sejenak untuk mengantar buah hati di hari pertama mereka sekolah.
Mungkin bagi sebagian orang, perjalanan dari rumah menuju gerbang sekolah terasa sangat singkat. Namun, bagi seorang anak, momen tersebut bisa menjadi memori indah yang akan mereka simpan seumur hidup. Kehadiran ayah bukan sekadar soal transportasi, melainkan tentang ikatan emosional yang terbangun dalam perjalanan tersebut.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN (Mendukbangga), Wihaji menekankan bahwa hal-hal sederhana seperti itu sering kali memberikan dampak paling besar. Obrolan singkat selama perjalanan, pelukan hangat sebelum anak melangkah masuk gerbang, atau sekadar ucapan, "Semangat ya, Nak," adalah bentuk dukungan nyata. "Hal-hal kecil inilah yang membuat anak merasa dicintai, didukung, dan dihargai sebagai individu," ungkapnya, Senin (13/7/2026).
Wihaji mengatakan, peran ayah di masa kini telah bergeser melampaui sosok yang hanya mencari nafkah. Ayah adalah pendamping setia dalam setiap fase tumbuh kembang anak, mulai dari langkah-langkah kecil mereka hari ini hingga perjuangan meraih cita-cita besar di masa depan.
Berikan Waktu dan Perhatian
Dalam menyambut tahun ajaran baru, hadiah terbaik yang bisa diberikan seorang ayah bukanlah barang mewah, melainkan waktu, perhatian, dan kehadiran fisik maupun mental. "Jadikan perjalanan singkat itu sebagai awal dari kenangan yang akan mereka bawa seumur hidup, karena bagi anak, kehadiran ayah selalu berarti," pesan Mendukbangga.
Lantas, bagaimana jika sosok ayah tidak ada? Semangat kehadiran ini tetap bisa diwujudkan oleh sosok ibu atau anggota keluarga lainnya yang berperan sebagai pengganti figur ayah. Intinya adalah memastikan ada sosok pendamping yang hadir menguatkan anak-anak Indonesia agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan penuh semangat menjemput masa depan.
"Mari kita jadikan hari pertama sekolah tahun ini sebagai momen untuk menunjukkan bahwa kita ada untuk mereka. Selamat memasuki tahun ajaran baru," pungkas Mendukbangga, Wihaji.
© Copyright 2026, All Rights Reserved