Jakarta, InfoPublik – Kebijakan anggaran multiyears untuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan. Kepastian pendanaan tersebut diharapkan mampu memperkuat prestasi olahraga Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing atlet di berbagai ajang internasional.
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen Richard Tampubolon, menyatakan dukungan Presiden Prabowo Subianto dan inisiatif Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir terhadap pelaksanaan Pelatnas jangka panjang menjadi fondasi penting bagi pembangunan prestasi olahraga nasional.
Menurut Richard, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan sistem yang berkesinambungan agar mampu melahirkan atlet berprestasi secara konsisten.
"Bangsa besar tidak menunggu lahirnya juara, tetapi menyiapkan lahirnya juara. Kita sedang membangun pabrik prestasi, bukan berburu keberuntungan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, skema anggaran multiyears memberikan kepastian bagi pelaksanaan program pembinaan sehingga atlet dan pelatih dapat fokus menjalankan program latihan tanpa terganggu ketidakpastian pendanaan.
Menurut Richard, investasi pada pembinaan olahraga merupakan investasi strategis yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi bangsa melalui peningkatan prestasi sekaligus penguatan citra Indonesia di tingkat internasional.
"Setiap rupiah yang ditanamkan untuk pembinaan atlet bukanlah biaya, melainkan investasi untuk kehormatan bangsa," katanya.
Optimisme terhadap efektivitas kebijakan tersebut mulai terlihat dari capaian Taekwondo Indonesia yang berhasil meraih medali pada Kejuaraan Asia di Mongolia serta meloloskan tiga atlet ke Asian Games Nagoya 2026.
Sebagai bagian dari penguatan pembinaan, PBTI juga mematangkan penyelenggaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang diharapkan menjadi wadah lahirnya bibit-bibit atlet berkelas dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pembinaan taekwondo di kawasan Asia.
"Kami ingin dunia datang ke Indonesia bukan hanya untuk bertanding, tetapi untuk menyaksikan lahirnya calon-calon juara dunia dari Indonesia," ujar Richard.
Ia menegaskan PBTI akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk membangun ekosistem olahraga prestasi yang berkelanjutan. Menurutnya, konsistensi kebijakan Pelatnas jangka panjang dan dukungan anggaran multiyears akan menjadi faktor penting agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara kuat di panggung olahraga dunia.
"Saya percaya, jika konsistensi ini dijaga, Indonesia tidak hanya menjadi peserta di panggung dunia, tetapi menjadi negara yang diperhitungkan, disegani, dan mampu berdiri sejajar dengan kekuatan olahraga dunia," pungkasnya.
Penguatan pembinaan olahraga prestasi melalui sistem Pelatnas berkelanjutan selaras dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing global. Kebijakan ini juga mendukung peningkatan prestasi olahraga sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa serta penguatan posisi Indonesia di tingkat internasional.