Depok, InfoPublik – Semangat petualangan sekaligus eksplorasi alam Indonesia diwujudkan anggota Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI), Mochamad Aqil Fajar Asyabani (25), melalui ekspedisi "Menapak Bumi: Bike-Hiking Jawa-Bali-Lombok".
Dalam ekspedisi tersebut, Aqil menempuh perjalanan solo sejauh 1.634 kilometer dengan sepeda sambil mendaki 13 gunung berketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Pulau Jawa, Bali, dan Lombok.
Ekspedisi dimulai dari Sekretariat Mapala UI di Depok, Jawa Barat, Minggu (5/7/2026), dan dijadwalkan berakhir di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada September 2026 dengan total durasi perjalanan selama 54 hari.
Lulusan Program Studi Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia itu akan mengayuh sepeda hingga titik awal pendakian sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung dengan berjalan kaki.
Selama ekspedisi, Mochamad Aqil akan melintasi berbagai karakter medan, mulai dari jalan nasional, jalur pedesaan, hingga tanjakan panjang di kawasan pegunungan. Sepedanya akan dititipkan di basecamp sebelum melanjutkan pendakian bersama komunitas Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) di daerah setempat.
Dalam sambutan pelepasan, Aqil mengaku perjalanan tersebut merupakan wujud impiannya untuk menjelajahi Indonesia dengan mengandalkan tenaga sendiri. "Untuk Mapala UI dan Mapala UI Bersepeda saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan persiapannya, sepedanya, latihannya, tips bersepedanya, semangat dan dukungannya yang menguatkan saya sampai akhirnya saya bisa mencoba penjelajahan ini," ujarnya.
Ekspedisi tersebut terinspirasi dari atlet ultra-endurance asal Spanyol, Kilian Jornet, yang pada 2024 mendaki 82 puncak di Pegunungan Alpen dengan memanfaatkan sepeda sebagai satu-satunya moda transportasi antarpuncak.
Mengusung prinsip human power, Aqil menjalani seluruh perjalanan secara mandiri, sederhana, dan tetap mematuhi regulasi pendakian yang berlaku. Setiap etape perjalanan juga didokumentasikan sebagai bagian dari catatan ekspedisi.
Menurut Aqil, ekspedisi tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga upaya mengenal Indonesia lebih dekat melalui alam, budaya, dan masyarakat yang ditemui sepanjang perjalanan. "Nama Menapak Bumi bukan hanya sekadar simbolik, tetapi tentang menjelajahi Indonesia benar-benar dengan tapak kaki sendiri, memahami negeri lebih dekat yaitu alam dan manusianya," katanya.
Ketua Mapala UI, Salman Muzhaffar Hanif, menilai ekspedisi tersebut menjadi representasi semangat petualangan generasi baru Mapala UI yang menggabungkan eksplorasi, kemandirian, dan kepedulian terhadap alam.
Menurutnya, organisasi memberikan dukungan melalui jejaring dan kemitraan agar ekspedisi dapat berjalan dengan baik. "Jarang sekali program seperti ini lahir dari inisiatif individu. Mapala UI memberikan dukungan berupa akses terhadap sponsor dan jejaring sehingga Aqil bisa leluasa menjelajah. Pada hakikatnya, penjelajahan merupakan gaya khas Mapala untuk mencintai Indonesia dari dekat," ujarnya.
Salman berharap pengalaman yang diperoleh selama perjalanan dapat menjadi inspirasi sekaligus menggambarkan kondisi alam dan masyarakat Indonesia dari sudut pandang seorang penjelajah.
Dalam ekspedisi tersebut, Aqil dijadwalkan mendaki Gunung Pangrango, Ciremai, Slamet, Sindoro, Sumbing, Merbabu, Lawu, Arjuno, Welirang, Argopuro, Raung, Agung, dan Rinjani.
Sebelumnya, Aqil telah mengikuti berbagai ekspedisi penjelajahan hutan di Kalimantan Barat dan Bengkulu serta menaklukkan sejumlah gunung di Pulau Jawa. Di bidang bersepeda, ia juga pernah menempuh rute Yogyakarta–Jakarta sejauh 660 kilometer, Jakarta–Pantai Carita sejauh 364 kilometer, serta menyelesaikan berbagai tantangan Audax Brevet.
Perjalanan Aqil dapat dipantau secara langsung melalui akun Instagram @aqil.fjr, yang akan menampilkan pembaruan perjalanan, titik pemeriksaan, hingga proses pendakian di setiap gunung yang disinggahi.