Ketum PB PASI: Pelatnas Jangka Panjang dan Pendanaan Multiyears Jadi Fondasi Prestasi Olahraga Indonesia
Jakarta, InfoPublik – Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Luhut Binsar Panjaitan, menyambut positif arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai pelaksanaan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang serta penerapan skema pendanaan multiyears untuk cabang olahraga prestasi.
Menurut Luhut, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis yang dapat memperkuat fondasi pembinaan olahraga nasional secara berkelanjutan sekaligus memberikan kepastian program bagi atlet, pelatih, dan federasi olahraga dalam menyiapkan prestasi di tingkat internasional.
Dukungan tersebut disampaikan menyusul pertemuan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dengan Presiden Prabowo di Hambalan. Dalam pertemuan itu, Presiden menginstruksikan agar persiapan atlet menuju berbagai ajang multievent internasional dilakukan melalui perencanaan jangka panjang yang didukung pendanaan berkelanjutan serta penguatan pembinaan usia dini melalui Akademi Olahraga Nasional.
“Prestasi olahraga tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Atlet juara dunia tidak lahir dalam satu musim kompetisi. Dibutuhkan proses pembinaan bertahun-tahun yang konsisten dan berkelanjutan,” ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/6/2026).
Luhut menilai pelatnas jangka panjang dan dukungan anggaran multiyears akan memberikan ruang yang lebih luas bagi federasi olahraga untuk menyusun peta jalan pembinaan atlet secara lebih terukur, terencana, dan berkesinambungan.
Menurutnya, selama ini banyak federasi olahraga menghadapi tantangan akibat siklus perencanaan dan penganggaran yang bersifat tahunan. Kondisi tersebut kerap menyulitkan penyusunan program pembinaan jangka panjang yang menjadi kebutuhan utama dalam mencetak atlet berprestasi dunia.
“Untuk menghasilkan prestasi yang konsisten, atlet dan pelatih membutuhkan kepastian program yang berkelanjutan. Karena itu, kebijakan ini menjadi kabar baik yang telah lama dinantikan oleh insan olahraga,” katanya.
PB PASI meyakini sistem pembinaan yang berkelanjutan akan membantu atlet menjalani proses pengembangan kemampuan secara lebih optimal, mulai dari tahap pembinaan dasar hingga mencapai level kompetisi internasional.
Lebih lanjut, Luhut menilai skema baru yang tengah didorong pemerintah berpotensi menjadi titik balik kebangkitan olahraga nasional. Dengan dukungan regulasi dan pendanaan yang lebih fleksibel, federasi olahraga dapat bekerja lebih efektif dalam menjalankan program pembinaan dan peningkatan prestasi.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem olahraga nasional yang modern, profesional, dan berorientasi jangka panjang.
“Langkah strategis Bapak Presiden membuktikan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada target medali dalam satu ajang semata, tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi masa depan olahraga Indonesia,” ujar Luhut.
Menurutnya, pembangunan olahraga tidak cukup hanya berorientasi pada hasil instan, melainkan harus dibangun melalui sistem yang mampu melahirkan regenerasi atlet secara berkesinambungan.
Selain dukungan pemerintah, PB PASI juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan pembinaan olahraga nasional. Luhut menilai sinergi antara pemerintah, federasi olahraga, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing atlet Indonesia.
Dukungan dunia usaha, menurutnya, dapat membuka peluang yang lebih besar bagi atlet untuk mengikuti kompetisi internasional, meningkatkan jam terbang, serta memperluas pengalaman bertanding di berbagai level kejuaraan.
“Kolaborasi lintas sektor termasuk dukungan dunia usaha sangat penting untuk mendorong keberhasilan program pembinaan olahraga nasional. Dukungan tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi atlet untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding di kancah internasional,” ujarnya.
PB PASI berharap penguatan sistem pelatnas jangka panjang, pendanaan multiyears, dan pembinaan usia dini melalui Akademi Olahraga Nasional dapat menjadi fondasi kuat bagi peningkatan prestasi olahraga Indonesia di masa depan.
Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Indonesia diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang siap bersaing dan mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang internasional.