Jakarta, InfoPublik — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, resmi mengukuhkan dan melantik kepengurusan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) masa bakti 2026–2030 yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto di Jakarta.
Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan pembinaan atlet menuju berbagai kejuaraan internasional, termasuk Asian Games 2026 yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Dalam siaran persnya yang diterima InfoPublik pada Sabtu (13/6/2026), Marciano menegaskan bahwa cabang olahraga wushu telah menjadi salah satu penyumbang prestasi terbesar Indonesia di tingkat internasional dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih.
“Saya harapkan prestasi wushu ke depan dapat meningkat dan membuat kita semua bangga,” kata Marciano.
Menurutnya, keberhasilan wushu Indonesia tidak lahir secara instan, melainkan melalui sistem pembinaan berjenjang yang melibatkan klub, pengurus kabupaten dan kota, pengurus provinsi, hingga pengurus pusat.
“Prestasi atlet-atlet wushu bukan dari pembinaan sesaat, tetapi dari jenjang pembinaan yang panjang mulai usia dini di klub,” ujarnya.
Marciano menilai konsistensi pembinaan tersebut telah menghasilkan sederet prestasi membanggakan di tingkat regional maupun dunia. Pada SEA Games Thailand 2025, Indonesia berhasil mempertahankan gelar juara umum dengan raihan lima medali emas, tiga perak, dan satu perunggu.
Prestasi itu melanjutkan dominasi Indonesia setelah sebelumnya juga keluar sebagai juara umum cabang wushu pada SEA Games 2023 dengan perolehan enam medali emas, enam perak, dan dua perunggu.
Selain di kawasan Asia Tenggara, atlet-atlet Indonesia juga menunjukkan daya saing di tingkat global. Pada International Wing Chun Competition 2025 di China, kontingen Indonesia meraih 27 medali emas, enam perak, dan satu perunggu.
Sementara pada Kejuaraan Dunia Wushu 2025 di Brasil, Indonesia membawa pulang satu medali emas, dua perak, dan tiga perunggu. Prestasi lebih impresif ditunjukkan tim junior yang berhasil menempati peringkat ketiga dunia dengan total 27 medali, berada di bawah Hong Kong dan China.
Menurut Marciano, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia kini diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan utama wushu dunia.
“Prestasi dunia ini akan memperlancar wushu dipertandingkan pada Olimpiade,” ujarnya.
Sementara itu, Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus provinsi Wushu Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi hingga 2030.
Ia menilai keberhasilan mempertahankan gelar juara umum pada SEA Games Thailand 2025 menunjukkan kualitas pembinaan atlet nasional yang semakin kuat di tengah persaingan ketat negara-negara Asia.
“Walaupun berbagai upaya dari tuan rumah, Indonesia tetap mendapatkan juara umum,” kata Airlangga.
Menurut Airlangga, hasil yang diraih dalam berbagai kejuaraan internasional membuktikan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu kekuatan utama wushu dunia.
“Indonesia menjadi salah satu kekuatan wushu dunia,” tegasnya.
Airlangga menyoroti keberhasilan tim nasional junior yang menempati posisi ketiga dunia sebagai indikator keberhasilan regenerasi atlet yang berjalan baik. Ia optimistis potensi tersebut dapat menjadi modal besar dalam menghadapi berbagai ajang internasional pada masa mendatang.
Dengan dukungan kepengurusan baru yang diisi berbagai kalangan profesional dan tokoh olahraga, Airlangga meyakini program pembinaan yang telah disusun dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan prestasi yang lebih tinggi.
“Dengan susunan kepengurusan yang ada saat ini, saya yakin seluruh program yang telah direncanakan akan menghasilkan capaian terbaik. Kami ingin terus melahirkan generasi muda berprestasi yang mampu mengumandangkan lagu Indonesia Raya di panggung dunia,” ujarnya.
PB WI saat ini juga mulai memfokuskan perhatian pada persiapan atlet menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Ajang tersebut menjadi target penting karena wushu selama ini menjadi salah satu cabang olahraga andalan Indonesia dalam perolehan medali.
Meski menghadapi tantangan keterbatasan anggaran, Airlangga menegaskan pembinaan atlet tidak boleh terhenti. PB WI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, KONI, sponsor, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program pelatihan dan kompetisi tetap berjalan optimal.
Penguatan pembinaan olahraga prestasi tersebut sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia unggul sebagaimana tercermin dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pengembangan talenta muda berprestasi dan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global melalui olahraga.
Keberhasilan wushu Indonesia dalam berbagai kejuaraan internasional juga menunjukkan bahwa investasi jangka panjang pada pembinaan atlet usia dini mampu menghasilkan prestasi yang tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta olahraga dunia.