Jakarta, InfoPublik – Pemerintah terus memperkuat kualitas pendidikan nasional melalui peningkatan kompetensi guru.
Salah satu langkah strategis dilakukan melalui peluncuran program beasiswa “Guruku: Guru Unggul Raih Kualitas” yang membuka akses pendidikan lanjutan bagi para pendidik di Indonesia.
Program yang diluncurkan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi bentuk kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan dalam memperkuat kapasitas guru melalui pengembangan kompetensi dan kepemimpinan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran di sekolah. “Kata kuncinya sekarang setelah kualifikasi adalah kompetensi. Sekitar 50 persen ketercapaian pendidikanberkualitas ditentukan oleh gurunya,” ujar Atip, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Jumat, (22/5/2026).
Menurutnya, meskipun sebagian besar guru saat ini telah memenuhi kualifikasi akademik minimal D4 atau S1, peningkatan kompetensi tetap menjadi tantangan utama dalam menghadirkan pendidikan yang benar-benar berkualitas.
Karena itu, Kemendikdasmen terus mendorong penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning yang ditopang penguasaan materi atau content knowledge yang kuat. “Pembelajaran mendalam harus dimulai dari penguasaan content knowledge. Banyak guru sudah menerapkan prosedurnya, tetapi kedalamannya belum optimal karena keterbatasan penguasaan materi,” katanya.
Atip menjelaskan program “Guruku” difokuskan pada dua aspek utama, yakni penguatan kompetensi akademik dan kepemimpinan guru. Kedua hal tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah. Ia menilai program “Guruku” menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga memberikan keteladanan. Program ini menjadi investasi penting bagi masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Sjamsulaksan, menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung peningkatan kualitas guru melalui perluasan akses pendidikan tinggi.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat bekerja sendiri menciptakan generasi unggul tanpa fondasi pendidikan dasar dan menengah yang kuat. “Universitas harus ikut memberikan kesempatan dan fasilitas agar para guru dapat meningkatkan kapasitasnya menjadi lebih baik,” kata Siti Muntamah.
Program “Guruku” juga memberikan dampak nyata bagi para guru di daerah. Salah satu penerima beasiswa, Ihwan, guru SDN 1 Bojong Kabupaten Pangandaran, mengaku program tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang sebagai pendidik.
“Ini bukan akhir perjuangan saya sebagai guru, tetapi awal untuk terus belajar dan menjadi pendidik yang lebih baik,” ungkap Ihwan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Soekarno Sukriyadi, mengatakan Ihwan merupakan guru yang bertugas di wilayah pegunungan dengan akses yang cukup sulit. “Beliau bertugas di daerah pegunungan dengan waktu tempuh sekitar satu setengah hingga dua jam dari pusat kota. Perjuangannya luar biasa,” ujarnya.
Program Beasiswa Guru Unpad menyediakan tiga skema pembiayaan bagi guru yang melanjutkan studi Magister di Universitas Padjadjaran, yakni beasiswa penuh 100 persen, bantuan 75 persen, dan bantuan 50 persen biaya pendidikan.
Skema tersebut berlaku untuk 18 program studi Magister di Universitas Padjadjaran sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Melalui program “Guruku”, pemerintah berharap semakin banyak guru Indonesia memperoleh akses pendidikan tinggi dan penguatan kompetensi sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan.