Jakarta, InfoPublik – Pemerintah terus memperkuat peran perguruan tinggi swasta (PTS) sebagai pilar penting dalam perluasan akses pendidikan tinggi, khususnya di daerah. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi menegaskan bahwa penguatan PTS dilakukan melalui berbagai skema pembinaan, pendampingan, hingga transformasi digital agar kampus-kampus di daerah tetap tumbuh dan berdaya saing.
Menurut Khairul, keberadaan PTS, terutama yang berada di daerah, memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat yang belum terlayani perguruan tinggi besar di kota-kota utama. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan kampus-kampus tersebut tetap berkembang tanpa kehilangan karakter dan kedekatannya dengan masyarakat lokal.
“Yang penting tetap berbasis lokal. Perguruan tinggi di daerah tidak boleh hilang karena mereka justru menjadi penggerak akses pendidikan bagi masyarakat sekitar,” ujar Khairul, dalam kegiatan dialog bersama media bertajuk “Ngopi Bareng Media dan Iftar” di Jakarta, Jumat (13/3/2026)
Ia menjelaskan, tantangan utama yang dihadapi PTS di daerah tidak hanya berkaitan dengan kualitas akademik, tetapi juga faktor ekonomi, persepsi masyarakat, hingga keberlanjutan kelembagaan. Oleh sebab itu, pendekatan pembinaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas institusi hingga penguatan layanan kemahasiswaan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah adalah melalui program mentoring antarkampus, yang mulai dikembangkan sejak 2020. Melalui skema ini, PTS yang telah maju didorong untuk mendampingi PTS yang masih berkembang, terutama di wilayah terpencil.
Pendampingan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan tata kelola, peningkatan mutu pembelajaran, hingga konsultasi pemanfaatan berbagai program bantuan pemerintah.
“Perguruan tinggi swasta yang sudah besar diberi peran untuk membantu kampus-kampus yang lebih kecil agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan tata kelolanya,” jelas Khairul.
Selain pembinaan kelembagaan, pemerintah juga memperluas akses program kemahasiswaan bagi mahasiswa PTS. Selama ini, berbagai layanan kemahasiswaan dinilai masih lebih banyak diakses perguruan tinggi negeri. Ke depan, pemerintah mendorong agar mahasiswa PTS memiliki peluang yang lebih besar untuk mengikuti berbagai program pengembangan diri.
Di sisi lain, transformasi digital juga menjadi agenda penting dalam penguatan PTS. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tengah melakukan pendataan dan pengembangan berbagai platform digital yang dapat dimanfaatkan kampus swasta, terutama yang masih berkembang.
Platform tersebut antara lain mencakup sistem informasi akademik, sistem manajemen pembelajaran, hingga sistem pengelolaan kelembagaan berbasis digital yang dapat membantu kampus meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan pendidikan.
Khairul menambahkan, berbagai program pemerintah sebenarnya telah dirancang untuk dapat diakses secara seimbang oleh perguruan tinggi negeri maupun swasta. Karena itu, peningkatan kapasitas kelembagaan PTS menjadi kunci agar mereka mampu memanfaatkan berbagai peluang program tersebut.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap perguruan tinggi swasta, khususnya di wilayah luar pusat pertumbuhan pendidikan, dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi masyarakat di seluruh Indonesia.