Layanan KA PSO Tumbuh 7,54 Persen, KAI Hadirkan Mobilitas Terjangkau bagi Masyarakat
Aktivitas penumpang di stasiun KA Jakarta. (Foto: Istimewa)
Aktivitas penumpang di stasiun KA Jakarta. (Foto: Istimewa)
Jakarta, InfoPublik – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan pelanggan Kereta Api Public Service Obligation (PSO) sepanjang Januari–Agustus 2025. Sebanyak 11.778.195 pelanggan memanfaatkan layanan ini, naik 7,54 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 10.952.291 pelanggan.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa peningkatan ini menjadi bukti nyata hadirnya layanan PSO yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
"KA PSO adalah amanah pemerintah melalui DJKA Kemenhub kepada KAI untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terjangkau, aman, dan tepat waktu. Peningkatan pelanggan ini menandakan bahwa manfaat layanan PSO semakin dirasakan,” jelas Anne dalam siaran pers PT KAI, Senin (15/9/2025).
Secara rinci, layanan KA Jarak Jauh PSO diakses oleh 7.604.464 pelanggan, sementara KA Lokal PSO yang dikelola KAI Induk digunakan oleh 4.173.731 pelanggan. Tren pertumbuhan terlihat signifikan pada KA Lokal yang menjadi pilihan utama masyarakat untuk aktivitas harian, mulai dari bekerja, sekolah, hingga kegiatan ekonomi.
Anne menegaskan bahwa keberadaan KA PSO merupakan wujud nyata Bakti Transportasi untuk Negeri, sejalan dengan tema Hari Perhubungan Nasional 2025.
"Kereta api PSO adalah sarana perjalanan sekaligus jalur kehidupan yang membuka akses pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat bergerak maju bersama,” tambahnya.
Selain PSO, secara total KAI telah melayani 37.152.347 pelanggan KA Jarak Jauh maupun KA Lokal sepanjang Januari–Agustus 2025. Angka ini menegaskan peran strategis KAI sebagai penyedia transportasi berbasis rel yang terjangkau dan berkelanjutan.
Kehadiran KA PSO juga berdampak sosial-ekonomi luas. Dengan dukungan subsidi tiket dari pemerintah, masyarakat berpenghasilan rendah tetap dapat beraktivitas tanpa terbebani biaya tinggi. Di sisi lain, kereta api turut mengurangi kepadatan jalan raya serta menekan emisi karbon, mendukung upaya pemerintah dalam membangun transportasi ramah lingkungan.
"Transportasi publik yang andal adalah fondasi pembangunan negeri. Melalui layanan PSO, Kemenhub dan KAI menghadirkan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk bergerak, terhubung, dan berkembang. Itulah makna bakti kami untuk negeri ini,” tutup Anne.
Ke depan, KAI berkomitmen menjaga kualitas layanan PSO dengan menghadirkan inovasi digital, peningkatan fasilitas, serta memperkuat kolaborasi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan. Transformasi ini diharapkan menjadikan kereta api semakin bermanfaat bagi pembangunan Indonesia.
© Copyright 2026, All Rights Reserved