- Oleh MC KOTA TIDORE
- Kamis, 27 Maret 2025 | 06:40 WIB
: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Majellis Ulama Indonesia (MUI) (Foto: Dok Kemendikdasmen)
Oleh Pasha Yudha Ernowo, Senin, 24 Maret 2025 | 09:33 WIB - Redaktur: Untung S - 105
Jakarta, InfoPublik - Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta.
Acara itu dihadiri oleh Ketua Umum MUI, M. Anwar Iskandar, serta jajaran pejabat dari kedua lembaga.
Menteri Mu’ti menegaskan bahwa penandatanganan ini sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang berlandaskan pada amanat UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Visi ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menjadikan pendidikan sebagai pilar utama dalam membangun Indonesia yang kuat, maju, dan berdaulat.
“Kami berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi putra-putri Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, agama, atau fisik. Semua warga negara berhak mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik sesuai dengan amanat konstitusi,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Senin (24/3/2025).
Menteri Mu’ti menambahkan bahwa keberhasilan program Kementerian tidak dapat terwujud tanpa dukungan semua pihak, termasuk ulama. “Kami optimistis bahwa program-program yang kami tanamkan di Kementerian akan dapat terlaksana dengan baik di masyarakat. Dukungan ulama memiliki pengaruh yang sangat besar,” ungkapnya.
Kemendikdasmen berkomitmen untuk memastikan bahwa semua anak Indonesia, baik yang tinggal di daerah perkotaan maupun pelosok desa, memiliki akses yang sama terhadap layanan pendidikan berkualitas. Ini mencakup pengembangan sekolah di daerah terpencil, penyediaan program pendidikan jarak jauh, serta pemanfaatan teknologi untuk mengatasi kesenjangan geografis dan sosial.
Sekretaris Jenderal, Suharti, menjelaskan bahwa nota kesepahaman ini bertujuan untuk mengoordinasikan dan menyinergikan pelaksanaan tugas dan wewenang para pihak dalam rangka pemberian layanan pendidikan bermutu untuk semua. “Kerja sama ini meliputi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pembangunan karakter dan soft skills, serta penyebaran informasi pendidikan,” jelas Suharti.
Ketua Umum MUI, M. Anwar Iskandar, menekankan pentingnya kolaborasi ini. “Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pendidikan yang bermutu adalah kunci untuk meningkatkan kualitas manusia,” ungkap Anwar.
Anwar berharap agar nota kesepahaman itu dapat berlanjut dalam bentuk upaya strategis untuk meningkatkan pendidikan berkualitas dan menyiapkan sumber daya manusia yang berilmu dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Nota kesepahaman itu akan dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama yang lebih konkrit untuk membangun sinergisitas dalam memajukan layanan pendidikan bermutu untuk semua.