Pentingnya Standardidasi Mutu Budi Daya Tanaman untuk Produksi yang Optimal

: BSN melakukan kunjungan ke Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Bandung./ foto: Humas BSN


Oleh Mukhammad Maulana Fajri, Senin, 22 April 2024 | 15:50 WIB - Redaktur: Untung S - 151


Jakarta, InfoPublik – Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Kukuh S. Achmad mengatakan perlu adanya standardisasi mutu untuk budi daya hortikultura atau tanaman, agar ada jaminan produksi yang optimal.

Hal itu disampaikan Kukuh saat melakukan kunjungan ke Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Bandung pada Jumat (19/4/2024).

“Hortikultura atau budidaya tanaman yang bermutu menjadi salah satu jaminan untuk produksi yang optimal,” ujar Kukuh dikutip dari keterangan tertulis Humas BSN pada Senin (22/4/2024).

Kukuh mengatakan, untuk mengetahui mutu bibit tanaman diperlukan rangkaian uji mulai dari proses pembenihan, pembibitan, pengendalian hama hingga pendistribusian hasil budidaya yang sesuai standar.

“Tentunya keberadaan laboratorium yang dimiliki oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang terakreditasi KAN sangat penting, karena sangat berkaitan dengan standardisasi hasil pengujian,” katanya.  

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPSB Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Wahid Sarifudin, turut menyampaikan bahwa BPSB telah memenuhi Persyaratan Umum untuk Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017.

“Hasil pengujian bisa dikatakan terjamin apabila data tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan sesuai aturan yang berlaku. Benih tanaman ini menjadi penentu produktivitas, sebelum diedarkan harus bisa terjamin mutunya. Jangan sampai yang diedarkan kualitasnya tidak memenuhi standar,” ujar Wahid.

Ia juga menyampaikan terkait metode dan prosedur operasional, harus terpadu. dimulai dari perencanaan, pengambilan contoh uji, penanganan pengujian hingga laporan hasil uji sampai kepada pelanggan.

Wahid berharap, semoga Laboratorium yang dimiliki BPSB Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat selalu mengembangkan dan menerapkan pengendalian mutu dan jaminan mutu dengan menetapkan dan memelihara Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang sesuai dengan jenis, ruang lingkup dan volume kegiatan yang dilaksanakan

Kunjungan BSN tersebut  diawali dengan diskusi kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke laboratorium-laboratorium yang dimiliki BPSB Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

 

Berita Terkait Lainnya