Indonesia Sehat pada Masa Depan Diwujudkan dengan Transformasi Kesehatan

: menyampaikan upaya mewujudkan Indonesia sehat dan Indonesia emas pada masa depan dilakukan dengan menjalankan Transformasi Kesehatan. Hal tersebut disampaikannya/Foto: Kemenkes


Oleh Putri, Sabtu, 2 Maret 2024 | 06:26 WIB - Redaktur: Untung S - 248


Jakarta, InfoPublik - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan upaya mewujudkan Indonesia sehat dan Indonesia emas pada masa depan dilakukan dengan menjalankan Transformasi Kesehatan.

Hal tersebut disampaikannya pada kuliah umum di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, pada Kamis (29/2/2024).

“Bagaimana caranya menjaga agar Indonesia tetap sehat? Dengan menjalankan enam pilar transformasi kesehatan. Dari enam pilar ini, pilar nomor satu karena itu penting yaitu menjaga orang tetap sehat,” kata Menkes Budi melalui keterangan resminya pada Jumat (1/3/2024).

Enam pilar transformasi kesehatan yang sedang dijalankan, yakni pilar pertama adalah transformasi layanan primer yang fokus pada promotif preventif dan bukan kuratif. Pilar kedua, yakni transformasi layanan sekunder yang fokus pada penyediaan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat.

Pilar ketiga adalah transformasi sistem ketahanan kesehatan yang fokus pada kemandirian obat dalam negeri dan penyediaan tenaga cadangan kesehatan seperti yang dilakukan saat pandemi COVID-19 lalu. Pilar keempat, yakni transformasi sistem pembiayaan kesehatan.

Pilar kelima, yakni transformasi SDM kesehatan yang berkualitas dan penyebarannya merata. Pilar keenam adalah transformasi teknologi kesehatan yang fokus pada informasi teknologi dan bioteknologi.

Masyarakat diminta untuk menjaga kesehatan dengan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga minimal 30 menit sehari serta menjaga pola makan. Setelah itu, masyarakat melakukan skrining kesehatan di posyandu atau puskesmas terdekat.

Menkes Budi menyebutkan ada empat poin yang wajib diperiksa agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Tiga poin tersebut berkaitan dengan darah dan satu poin berkaitan dengan lingkar perut.

“Cara dan tindakannya sangat mudah, periksa ke puskesmas untuk ukur tekanan darah, gula darah, dan lemak darah agar tidak terkena diabetes, serangan jantung dan lain sebagainya, lakukan satu bulan sekali, gratis,” kata Menkes Budi. 

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Putri
  • Rabu, 17 April 2024 | 05:28 WIB
Volume Pengguna KA Berangkat Berangsur Kembali Normal
  • Oleh Putri
  • Senin, 15 April 2024 | 23:05 WIB
Pengguna KA dari Area Daop 1 Jakarta Masih Tinggi