Kemenkes: Lebih Banyak yang Terdeteksi TBC, Makin Banyak yang Sembuh

:


Oleh Putri, Selasa, 27 Februari 2024 | 16:55 WIB - Redaktur: Taofiq Rauf - 77


Jakarta, InfoPublik - Kasus tuberkulosis (TB) di Indonesia menempati angka tertinggi sepanjang sejarah pada 2022 dan 2023. Berdasarkan data Kemenkes lebih dari 724.000 kasus TBC baru ditemukan pada 2022.

Deteksi TBC mirip dengan deteksi Covid-19, yakni jika tidak dites, dideteksi, dan dilaporkan maka angkanya terlihat rendah sehingga terjadi under reporting, yang mengakibatkan pengidap TBC berkeliaran dan berpotensi menularkan karena tidak diobati.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi melalui keterangan resmi yang dikutip InfoPublik (27/2/2024) mengatakan sebelum pandemi, penemuan kasus TBC hanya mencapai 40-45 persen dari estimasi kasus TBC.

"Jadi masih banyak kasus yang belum ditemukan atau juga belum dilaporkan. Jika lebih banyak lagi yang terdeteksi maka potensi pengidap dapat disembuhkan akan meningkat dan daya tular dapat ditekan," kata Imran.

Upaya peningkatan deteksi dini TB dan perluasan layanan TB yang berkualitas. Imran menambahkan, Kemenkes juga telah berupaya meningkatkan deteksi dini TBC dalam kegiatan Active Case Finding (ACF) melalui skrining dengan mobile chest X-ray terhadap populasi berisiko.

“Jadi, skrining pada populasi kontak serumah dan kontak erat di 25 kabupaten/kota. Kemudian skrining pada warga binaan pemasyarakatan di 374 lapas, rutan, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang berlokasi di 291 kabupaten/kota di 34 Provinsi,” kata Imran.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Putri
  • Rabu, 17 April 2024 | 05:28 WIB
Volume Pengguna KA Berangkat Berangsur Kembali Normal
  • Oleh Putri
  • Senin, 15 April 2024 | 23:05 WIB
Pengguna KA dari Area Daop 1 Jakarta Masih Tinggi