Pentingnya Kesehatan, Pemkot Jaktim Dukung Program Air Minum Perpipaan PAM JAYA

: Sosialisasi Program Sambungan Air Minum Perpipaan PAM Jaya di Ruang Pola Lantai 2 Blok A, Kantor Walikota, Rabu (21/2/2024)/ Foto: dok. Suku Dinas Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Timur.


Oleh G. Suranto, Rabu, 21 Februari 2024 | 17:54 WIB - Redaktur: Untung S - 98


Jakarta, InfoPublik - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur (Jaktim) terus mendukung pentingnya mengurangi dan menghentikan penggunaan air tanah bagi warganya sebagai upaya pertimbangan kesehatan dan pelestarian lingkungan. Itu penting dilakukan karena kualitas air tanah yang kian menurun dan terjadinya penurunan muka tanah di DKI Jakarta.

Hal itu disampaikan Wakil Walikota Administrasi Jakarta Timur, Iin Mutmainnah dalam keterangannya  saat membuka Sosialisasi Program Sambungan Air Minum Perpipaan PAM Jaya di Ruang Pola Lantai 2 Blok A, Kantor Wali Kota, Rabu (21/2/2024).

“Tentunya, kita mendukung kegiatan peningkatan pelayanan perpipaan sambungan air minum oleh PAM JAYA agar ke depannya seluruh masyarakat secara terus menerus akan beralih dari pemakaian air tanah ke air perpipaan,” kata Wakil Wali Kota.

Menurutnya, diketahui bersama peningkatan pelayanan permintaan penyediaan air minum merupakan proyek strategi nasional yang dilaksanakan dengan pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) sampai 2030 dengan target 100 persen secara menyeluruh di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Untuk mencapainya, perlu sinergi dan kolaborasi yang aktif seluruh perangkat daerah terutama kecamatan dan kelurahan tentang esensi penyediaan air bersih dan esensi pelestarian air tanah bagi masyarakat dan lingkungan.

“Itu bagian dari referensi wawasan bagi kita semuanya. Lurah dan Camat agar lebih aktif dalam kejajaran bawah secara menyeluruh. Tujuannya, jelas sebagai zona bebas air tanah, sehingga kualitas terjamin demi kesehatan dalam kehidupan,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan PAM Jaya, Syahrul Hasan mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya percepatan pemenuhan pasokan air bersih perpipaan hingga mencapai target 100 persen pada 2030 mendatang dan saat ini baru tercapai 65 persen. Hingga kini percepatan itu akan terus dikerjakan dengan perluasan jaringan pipa

“Kita apresiasi tentunya dukungan Pemkot Jakarta Timur. Tentunya ini penting dalam kesadaran atas manajemen pemerataan suplai air minum yang bersih dan sehat untuk pemenuhan kebutuhan hidup bersama,” ujarnya.