Surabaya, InfoPublik- Founder Namira Ecoprint, Yayuk Agustin, membagikan kisah inspiratifnya dalam membangun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis produk ramah lingkungan melalui Namira Ecoprint.
Hal tersebut disampaikan Yayuk Agustin dalam Talkshow "She-Connects: Perempuan Go Digital, UMKM Go Beyond" di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/7/2026).
Yayuk menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan berinovasi. Meski kini berusia 64 tahun, ia mengaku tidak pernah merasa terlalu tua untuk memulai maupun mengembangkan usaha. "Kami ini generasi tua, umur saya ini 64 tahun. Tapi kami tidak pernah merasa berumur 64 tahun. Jadi jangan pernah merasa tua. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa pensiun itu tidak berhenti," ujar dia.
Menurut Yayuk, berhenti berkegiatan setelah pensiun justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Karena itu, ia memilih tetap produktif dengan menciptakan kegiatan yang bermanfaat melalui Namira Ecoprint, yang mulai dirintis pada 2019 menjelang masa pensiunnya. "Karena kalau pensiun itu berhenti, satu adalah penyakitnya mesti tumbuh. Kami pensiun di usia 60 tahun. Tapi kami mencoba meng-create kegiatan. Sebelum pensiun itu tahun 2019 kami bikin Ecoprint," kata dia.
Ia menjelaskan, ecoprint merupakan produk fesyen dan kerajinan yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar. Band fesyen berbasis lingkungan ini telah menembus pasar internasional hingga ke Rusia dan Eropa. "Ecoprint itu adalah penyelamat lingkungan. Jadi produk yang kita buat itu produk yang ramah lingkungan, memanfaatkan daun, batang pohon, akar pohon, bunga yang ada di lingkungan kita," jelas dia.
Komitmen terhadap pelestarian lingkungan tersebut telah membuahkan hasil. Namira Ecoprint memperoleh sertifikat ekolabel dari Kementerian Lingkungan Hidup. "Kami sudah mendapatkan sertifikat ekolabel dari Kementerian Lingkungan Hidup. Bahkan kami dari Komdigi, akhir 2024, kita juara di Bali," ungkap dia.
Lebih jauh, Yayuk Agustin mengatakan, tantangan terbesar dalam mengembangkan UMKM bukan hanya persoalan modal atau pemasaran, tetapi juga menjaga semangat untuk terus berkembang.
Menurut dia, masih banyak pelaku usaha yang mudah kehilangan motivasi ketika menghadapi hambatan. "Ya, kadang-kadang orang-orang itu kurang semangat, mudah putus asa, kurang kreatif, dan mudah menyerah," tutur dia.
Karena itu, ia mengajak para pelaku UMKM, khususnya perempuan, untuk terus membangun mental pantang menyerah, menjaga kualitas produk, serta berani berinovasi agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. "Kami tidak pernah patah semangat. Kami juga tidak mau kalah dengan yang muda-muda ini. Mari kita tunjukkan bahwa kita juga luar biasa. Harus jaga kualitas produk. Tidak boleh berhenti bersemangat," tegas dia.
Saat ini, Namira Ecoprint tidak hanya memasarkan produk ramah lingkungan, tetapi juga mengembangkan wisata edukasi melalui kerja sama dengan biro perjalanan, termasuk yang melayani wisatawan mancanegara.
Pengunjung dapat datang langsung ke butik untuk melihat koleksi sekaligus mengikuti praktik pembuatan ecoprint. "Kami kerja sama dengan travel dari luar negeri untuk teman-teman bule. Jadi orang bisa datang ke butik kami, bisa juga praktik bikin ecoprint," kata Yayuk Agustin.