Kuota Pupuk Subsidi Ditambah, Produktivitas Pertanian OKI Diyakini Meningkat

: Foto: Humas Kementan


Oleh Isma, Rabu, 10 April 2024 | 21:32 WIB - Redaktur: Untung S - 370


Jakarta, InfoPublik - Tambahan alokasi kuota pupuk subsidi dari Kementerian Pertanian disambut baik oleh semua pihak. Salah satunya datang dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sahrul.

Dengan tambahan tersebut, Sahrul optimistis pertanian di Kabupaten OKI akan mengalami peningkatan produktivitas.

"Kami menyambut baik atas penambahan kuota pupuk bersubsidi oleh Bapak Menteri Pertanian RI. Atas nama petani, kami ucapkan terima kasih kepada Pak Menteri Pertanian RI yang selalu memberikan solusi terbaik bagi petani," kata Sahrul dalam siaran pers yang diterima pada Rabu (10/4/2024).

Sahrul berharap bertambahnya alokasi kuota pupuk subsidi dapat memenuhi kebutuhan petani dalam rangka rangka peningkatan produksi dan provitas, khususnya padi. "Dengan adanya penambahan pupuk ini, diharapkan adanya tambahan produksi dari yang sebelumnya 600 ribu ton GKG menjadi 700 ribu ton GKG," ujar Sahrul.

Dalam hal penebusan pupuk subsidi, Sahrul menyebut akan segera melakukan update eRDKK. Hal itu penting agar tak ada satu petani pun yang tertinggal. Selain itu, data petani di lapangan amat diperlukan agar tak terjadi kesalahan distribusi.

"Kita akan lakukan update RDKK sesegera mungkin. Sosialisasi akan dilakukan secara massif, update simluh dan komitmen dari produsen, distributor sampai pengecer," tutur Sahrul.

Sahrul juga berkomitmen akan melakukan pengawalan langsung kepada petani agar mereka dapat menebus pupuk subsidi saat mereka membutuhkannya.

"Untuk pembiayaan, kita tetap memfasilitasi petani dengan program KUR Pertanian. Sebagai perlindungan atas usaha tani padi, kita tetap menyarankan agar para petani ikut dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)," terang Sahrul.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, alokasi pupuk subsidi tahun 2024 mendapat penambahan anggaran senilai Rp28 triliun sehingga total menjadi Rp54 triliun, demi peningkatan produktivitas pertanian dalam negeri sehingga bisa mewujudkan swasembada pangan.

Penambahan tersebut merupakan tindak lanjut hasil berbagai pertemuan dan rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan juga sejumlah menteri terkait termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Dengan penambahan anggaran tersebut, maka alokasi pupuk mencapai 9,5 juta ton, dan resmi diputuskan melalui surat Menteri Keuangan Nomor S-297/MK.02.2024.