PULANG PISAU, InfoPublik - Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa’i, membeberkan rincian alokasi Bantuan Presiden senilai Rp20 miliar untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (2/11/2026).
Penjelasan transparansi anggaran tersebut disampaikan langsung di hadapan awak media yang terpusat di Posko Induk Tanggap Darurat BPBD Pulang Pisau.
Penggunaan kucuran dana pusat tersebut dibagi rata menjadi dua porsi utama, yakni Rp10 miliar untuk insentif personel lapangan dan Rp10 miliar sisanya untuk pengadaan sarana taktis.
Porsi insentif disalurkan kepada aparat gabungan TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api, petugas pemadam, hingga pemenuhan kebutuhan logistik dan bahan bakar minyak operasional.
Sementara itu, separuh anggaran lainnya direalisasikan untuk pengadaan infrastruktur seperti dua unit armada pemadam, puluhan sepeda motor trail, kendaraan roda tiga, hingga mesin pompa air jinjing.
Pengadaan alat pelindung diri dan pesawat nirawak tersebut dikonfirmasi telah mengacu secara ketat pada petunjuk teknis Kementerian Dalam Negeri.
Operasi tanggap darurat saat ini masih terus difokuskan pada penanganan titik api di empat kecamatan rawan, termasuk kawasan Jabiren Raya dan Kanamit Barat.
"Mohon maaf, keuangan kita juga semakin menipis," aku Ahmad Rifa'i secara terbuka menanggapi besarnya eskalasi beban operasional daerah yang berlarut-larut.
"Kita berharap mudah-mudahan segera turun hujan, sehingga seluruh titik api bisa padam dan karhutla di Kabupaten Pulang Pisau segera selesai," harapnya.
Mengingat keterbatasan ruang fiskal tersebut, masyarakat diimbau secara tegas untuk tidak lagi membuka lahan dengan metode bakar guna mencegah krisis lanjutan. (MC Kab. Pulang Pisau/Saprudin/Barsel)