Jakarta, InfoPublik – Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional meningkat menjadi 154 titik pada Kamis (29/10/2026) pukul 21.00 WIB. Menyikapi kenaikan tersebut, Kementerian Kehutanan terus memperkuat operasi pemadaman melalui pengerahan personel darat dan dukungan 61 unit armada udara di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, jumlah hotspot meningkat 36 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 118 titik.
Peningkatan juga terjadi di enam provinsi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setelah sehari sebelumnya nihil, kini terdeteksi 18 titik, terdiri atas 17 titik di Kalimantan Tengah dan satu titik di Sumatra Selatan. Sementara itu, Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Selatan, dan Riau masih nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Di tengah kenaikan tersebut, operasi pemadaman terus dilakukan, terutama di Kalimantan Tengah. Berdasarkan laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan pada 29 Oktober 2026, Manggala Agni melakukan pembasahan lahan, patroli, dan pemantauan di KHDTK Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, untuk mencegah kebakaran kembali muncul.
Sementara di Sakakajang dan Tanjung Taruna, masih ditemukan banyak kepulan asap pada lahan gambut sehingga diperlukan pemadaman lanjutan. Operasi juga berlangsung di Taman Nasional Tanjung Puting, tepatnya di kawasan Sei Sekonyer–Tanjung Harapan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Kebakaran bawah pada lahan gambut masih menyisakan bara yang belum sepenuhnya padam. Manggala Agni terus melakukan pemadaman dengan dukungan sumber air dari sekitar lokasi.
Di Sumatra Selatan, operasi gabungan di Talang Rimba, Kabupaten Ogan Komering Ilir, berhasil memadamkan api. Namun, di Timbangan, Kabupaten Ogan Ilir, masih ditemukan asap sehingga penyisiran dan pemadaman lanjutan pada lahan gambut tetap diperlukan.
Perkembangan penanganan di sejumlah wilayah lainnya menunjukkan kondisi yang beragam. Di Jambi, api di Desa Tanjung, Kabupaten Muaro Jambi, dan Simpang Datuk, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, telah padam. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan karena masih ditemukan asap tipis di beberapa bagian.
Di Kalimantan Selatan, api di Desa Nusa Indah, Kabupaten Tanah Laut, berhasil dipadamkan. Kebakaran di Landasan Ulin Barat, Kota Banjarbaru, juga telah dikendalikan pada area yang ditangani, meskipun asap tebal masih terpantau di beberapa titik.
Sementara itu, di Kalimantan Timur, tim melakukan pengecekan langsung dan penyisiran sisa bara (mopping up) di Bontang Lestari untuk memastikan api benar-benar padam. Di Desa Santan Tengah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Manggala Agni bersama masyarakat masih melakukan pemadaman karena api belum sepenuhnya padam.
Operasi di Sulawesi juga terus dilakukan. Api di Desa Matialemba, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, berhasil dipadamkan, sedangkan pemadaman di Desa Berdikari, Kabupaten Sigi, masih berlanjut. Adapun api di Puncak Indah, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, telah dinyatakan padam.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, sebanyak 61 unit armada udara dikerahkan. Jumlah tersebut terdiri atas 24 unit pesawat untuk patroli, CASA, dan Operasi Modifikasi Cuaca serta 37 unit helikopter untuk operasi pengeboman air (water bombing). Dukungan udara ini melengkapi upaya pemadaman darat, pembasahan lahan, penyisiran bara, dan pemantauan di lokasi rawan kebakaran.
Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas lahan terbakar. Karena itu, setiap indikasi perlu diverifikasi melalui patroli dan pengecekan langsung di lapangan (groundcheck).
Dinamika hotspot dapat berubah dengan cepat. Oleh sebab itu, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari naik atau turunnya jumlah titik panas, tetapi juga dari kemampuan memastikan api dan bara benar-benar padam, kebakaran tidak kembali muncul, masyarakat terlindungi, serta kawasan hutan dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.
Masyarakat dan pelaku usaha diimbau tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melapor kepada Posko Karhutla Kementerian Kehutanan melalui nomor telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000 agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.