PARIGI MOUTONG, InfoPublik – Bencana banjir yang silih berganti menerjang sebagian wilayah pesisir meninggalkan kelelahan fisik dan psikologis bagi warga yang terdampak.
Menyeka duka masyarakat tersebut, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase turun langsung menyambangi lokasi terdampak bencana di Kecamatan Toribulu pada Rabu (7/10/2026).
Kehadiran pucuk pimpinan daerah ini membawa napas lega melalui penyaluran bantuan sembako dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bantuan logistik tersebut disalurkan secara merata guna meringankan beban 191 kepala keluarga yang tersebar di enam desa pascatragedi banjir akhir September lalu.
Secara terperinci, bantuan ini menyentuh 70 keluarga di Desa Tomoli Utara, 35 keluarga di Toribulu Selatan, 30 keluarga di Singura, 25 keluarga di Sibalago, 16 keluarga di Tomoli Selatan, serta 15 keluarga di Sienjo.
Kendati logistik tersalurkan, Erwin menyadari, penanganan tanggap darurat belumlah cukup untuk menghentikan penderitaan warga.
Ia menyoroti siklus curah hujan tinggi dari wilayah Parigi hingga Kasimbar yang selalu berujung pada bencana serupa setiap tahunnya.
Menolak untuk terus menjadikan warga sebagai tameng alam, Bupati menginstruksikan jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera turun tangan membedah akar masalah di hulu.
Ia mendesak agar identifikasi titik rawan genangan dan mitigasi teknis dilakukan sejak dini, bukan lagi menunggu air bah datang menyapu permukiman.
Momen penuh empati memuncak ketika rombongan bupati melanjutkan peninjauannya ke Desa Sibalago.
Di titik ini, Erwin mendapati realitas memilukan di mana delapan kepala keluarga masih harus bertahan hidup di bawah terpal pengungsian akibat banjir bandang yang terjadi pada tahun 2024 silam.
Mirisnya, keterbatasan ruang memaksa beberapa keluarga harus rela berbagi tenda sempit, ditambah adanya laporan mengenai warga yang jatuh sakit akibat sanitasi yang buruk.
Merespons kondisi kedaruratan tersebut, pemerintah daerah langsung menerjunkan tambahan tenda, sarung, hingga mesin pompa air untuk menjamin pasokan air bersih bagi kelompok rentan.
Erwin menegaskan, masa tunggu para pengungsi Sibalago harus segera diakhiri.
Sebagai solusi definitif, skema kolaborasi lintas pemerintahan telah disepakati untuk membangun hunian yang lebih manusiawi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah berkomitmen penuh untuk menanggung biaya konstruksi rumah permanen, sementara Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga telah merampungkan penganggaran dan pembebasan lahan seluas 37 x 40 meter sebagai tapak hunian relokasi.
Bupati menjanjikan, proses tender pembangunan ini akan dipacu secepat mungkin agar warga dapat segera kembali merajut kehidupan normal.
Menutup lawatannya, Bupati memberikan peringatan keras terkait anomali cuaca ekstrem yang kini melanda daerahnya.
Di satu sisi hujan deras memicu luapan banjir, namun di sudut wilayah lain warga justru berteriak kekeringan dan rawan kebakaran hutan.
Mengapresiasi ketangguhan para relawan, aparat desa, dan petugas BPBD di lapangan, Erwin mendesak agar literasi mitigasi kebencanaan terus ditanamkan secara agresif, terutama untuk menjamin keselamatan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia di saat krisis melanda. (MC Parigi Moutong / Kiswan / Ard)